Akses Jalan Pelabuhan Masalembu Rusak Parah, BEM Nusantara Jatim Desak Pemprov Segera Bertindak
Dilansir.id, Sumenep – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur mendesak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk segera melakukan perbaikan akses jalan menuju Pelabuhan Masalembu yang saat ini mengalami kerusakan parah.
Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Jangan sampai kerusakan akses Pelabuhan Masalembu itu memakan korban jiwa baru mau diperbaiki oleh Pemprov Jatim. Sebab, kondisi akses jalan Pelabuhan Masalembu itu sudah lama dilaporkan rusak parah dan berpotensi memakan korban,” ujar Sekretaris BEM Nusantara Jawa Timur, Moh. Syauqi, Sabtu (28/3/2026).
Syauqi juga mengkritik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia menilai pemerintah daerah tidak seharusnya hanya menonjolkan kinerja yang bersifat pencitraan, sementara persoalan mendasar di wilayah kepulauan masih terabaikan.
Menurutnya, kerusakan akses jalan menuju pelabuhan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Ini bukan hanya soal jalan rusak. Ini soal keadilan pembangunan. Wilayah kepulauan seperti Masalembu seharusnya menjadi prioritas karena sangat bergantung pada akses transportasi laut,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak dapat menghindari tanggung jawab, mengingat kewenangan pengelolaan pelabuhan berada di tingkat provinsi.
“Kalau kewenangannya di provinsi, maka tanggung jawabnya jelas. Jangan sampai masyarakat terus menanggung risiko keselamatan hanya karena lambannya respons dari pihak otoritas,” ungkapnya.
Diketahui, jalan menuju Pelabuhan Masalembu merupakan akses utama bagi mobilitas warga sekaligus jalur distribusi logistik. Namun, kondisi jalan saat ini rusak berat, dipenuhi lubang, dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Masyarakat setempat terpaksa tetap melintasi jalur tersebut karena tidak memiliki alternatif lain. Padahal, pelabuhan menjadi sarana vital yang menunjang aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari warga kepulauan.
“Pelabuhan ini urat nadi kami. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan,” ujar Hasan, salah seorang warga Masalembu.
Kerusakan yang telah berlangsung lama ini dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti arus mudik dan balik Lebaran.
BEM Nusantara Jawa Timur pun mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut.
“Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan menghadapi risiko setiap hari. Ini menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka,” lanjut Syauqi.
Sebagai bentuk tindak lanjut, BEM Nusantara Jawa Timur menyatakan akan mengawal langsung aspirasi masyarakat Kepulauan Masalembu hingga ada tindakan nyata dari pemerintah.
“Kami akan mengawal langsung keluhan masyarakat Masalembu ini sampai ada langkah nyata dari pemerintah. Jangan sampai suara warga kepulauan terus diabaikan, karena ini menyangkut hak dasar dan keselamatan mereka,” tegasnya. (FR/Rjb)