Menteri Koperasi Resmikan Koperasi Sekunder Pesantren, MPDI 2026 Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren
Dilansir.id, Malang – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., meresmikan Koperasi Sekunder Pesantren dalam pembukaan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPD) 2026 di Pondok Pesantren Darul Ukhuwah, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).
Peresmian tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan sistem koperasi berbasis jejaring nasional.
Mengusung tema “Bersama Dakwah dan Al-Qur’an, Menguatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Koperasi”, kegiatan ini diikuti sekitar 350 pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat peran pesantren, tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat.
Pembukaan sarasehan turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Dr. KH. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A., Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua LPDB Syariah, Wakil Bupati Malang, jajaran kementerian dan pemerintah daerah, pimpinan pondok pesantren, dai, akademisi, serta pengurus koperasi pesantren dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menegaskan bahwa pesantren memiliki modal sosial, sejarah panjang, dan jaringan yang kuat untuk menjadi kekuatan baru dalam pembangunan ekonomi rakyat melalui koperasi.
“Pesantren mempunyai akar sejarah yang panjang. Jika dikelola dengan baik, koperasi pesantren akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu menciptakan kemandirian. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dan soko guru dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dan berkeadilan,” ujar Ferry.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan pesantren.
“Kami akan terus mendorong agar produk-produk pesantren dapat dipasarkan melalui gerai-gerai KDKMP. Dengan demikian, hasil produksi pesantren memiliki pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah usaha, sekaligus memperkuatkosistem ekonomi koperasi yang saling terhubung,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum MPDI, KH. Ayi Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., menyatakan bahwa Sarasehan Nasional MPDI 2026 menjadi forum penting untuk menyatukan visi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan yang dihadapi dunia pesantren.
“Kami berharap lahir rekomendasi konkret yang mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Koperasi pesantren harus bertransformasi menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat kemandirian pesantren,” ujarnya.
Peresmian Koperasi Sekunder Pesantren menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan jejaring usaha antarpesantren di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran produk, dan membangun kolaborasi ekonomi yang lebih modern serta berkelanjutan.
Melalui Sarasehan Nasional MPDI 2026 dan berdirinya Koperasi Sekunder Pesantren, pemerintah bersama MPDI optimistis pesantren akan semakin berperan sebagai pusat pembangunan ekonomi kerakyatan yang mandiri serta menjadi kekuatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui gerakan koperasi berbasis nilai-nilai Islam.
Reporter: Rajawali
Editor: M. Anwarul Hidayat