Kala Sakestra
Ada makna di balik makna
Ada makna hidup dan mati di balik mana
Oh, hari telah jatuh
pada pelukan bintang dan bulan
Angin diikat oleh rindu seorang musafir
Air mata menerjamahkannya secara lunglang
Oh Tuhan, dekap mana yang mesti aku peluk
Hari mana yang harus tanpa berkata meminta ampun pada dirimu
Sementara di sayap Jibril anak panah siap dilepas
Bintang-bintang telah datang
Bulan dengan redup menyambar malam
Siang pulang pergi degan perbuatan manusia
Kita yang sama oleh derita menanggu rindunya dengan pelan
Tuhan berkata jadi maka jadilah
tetapi lapar tetap kewajiban setiap yang hidup
Lapar itu dirampas oleh sebagian orang lalu mereka berkata: inilah suksesku
Pelan-pelan Tuhan berseru kembali: nikmat mana lagi yang engkau dustakan
Kematian dipaksa untuk berwujud yang di buat oleh orang-orang yang berpakaian rapi
Dengan otak kotor mereka lalu membunuh kami
Pelan-pelan Tuhan berseru: Yang salah adalah yang salah
Oiiiii yaaa
Oiii yaaa
Yaaaa oiii
Yaaaa oiii
Alif di tiupkan ruh
Maka jadilah alifuruh
Sementara di sayap Jibril anak panah siap di lepas, Alif di tiupkan ruh maka jadilah alifuruh
Di tengah-tengah malam tanpa malu bulan memeluk langit di hadapan bintang-bintang
aku turunkan untuk mu agar kau menjadi laut menjadi gelap menjadi tanah menjadi air menjadi bumi
Dalam satu Syawal dalam satu Syawal
dalam satu Syawal
dalam satu syawal
malam takbiran
Bulan tepat di atas kuburan….