Mahasiswa PMT 4 UNITRI Dampingi UMKM Desa Tutur, dari Logo hingga Optimalisasi Google Maps
Dilansir.Id, Pasuruan – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang turut mengambil peran dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Melalui pendampingan terpadu, mahasiswa membantu UMKM mulai dari pembuatan logo, banner, hingga optimalisasi Google Maps untuk meningkatkan daya saing usaha. Jum’at, (06/02/26)
Pendampingan tersebut dilakukan oleh 11 mahasiswa PMT yang tergabung dalam Kelompok 25, salah satunya berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNITRI. UMKM yang menjadi fokus pendampingan utama adalah Industri Aneka Macam Keripik berlabel “R”, milik Sugeng, yang telah beroperasi sejak tahun 2006 dan berlokasi di Dusun Krajan Satu, Desa Tutur.
Kegiatan PMT ini mengusung tema “Pemberdayaan Desa dan UMKM Mewujudkan Kemandirian dan Keberlanjutan” sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas produk serta penguatan strategi pemasaran UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
‘’Pendampingan yang dilakukan mencakup berbagai aspek pengembangan usaha. Di bidang pemasaran digital dan branding, mahasiswa memberikan pendampingan penyusunan strategi pemasaran digital serta pembuatan konten kreatif untuk media sosial. Selain itu, mahasiswa juga membantu pengembangan desain kemasan dan inovasi produk yang disesuaikan dengan tren pasar,’’ ungkap Yohanes Bernard Koban, Ketua Kelompok 25.
Sebagai upaya meningkatkan daya tarik usaha, mahasiswa PMT turut mendesain ulang spanduk rumah produksi agar tampil lebih modern dan informatif. Pendampingan juga mencakup pembuatan dan optimalisasi lokasi usaha di Google Maps guna mempermudah akses pelanggan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen melalui fitur ulasan dan penilaian.

Sugeng, pemilik UMKM Aneka Macam Keripik Desa Tutur, mengapresiasi program PMT tahun ini yang dinilainya sangat membantu perkembangan usahanya.
‘’Program kerja mahasiswa PMT tahun ini sangat membantu usaha saya, khususnya dalam pembuatan banner, logo, dan pembuatan Google Maps. Pendampingan kali ini terasa lebih tepat sasaran dibandingkan PMT sebelumnya yang terkendala perbedaan jurusan, sehingga dulu hanya membantu proses produksi di dapur,’’ ujar Sugeng.
Menjelaskan bahwa pelaksanaan PMT di Desa Tutur tidak hanya berhasil dari sisi perencanaan dan pelaksanaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas UMKM serta memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha.
“Fokus kegiatan diarahkan pada pendampingan UMKM melalui pembuatan Google Maps, banner, logo, dan label produk untuk meningkatkan visibilitas usaha. Di sisi lain, edukasi di sekolah dasar diharapkan dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tutur,” tambah Beno Salah satu anggota PMT.
Selain program utama pendampingan UMKM, mahasiswa PMT Kelompok 25 juga melaksanakan program pendukung sesuai bidang keilmuan, yakni edukasi di SD Negeri Tutur 2. Materi yang diberikan meliputi anti perundungan, public speaking, serta kesehatan lingkungan. (Rajawali)