Mahasiswa PMT 4 UNITRI Edukasi Pasca Panen Kepada Siswa SDN 1 Jedong
Dilansir.Id – Mahasiswa PMT 4 Program Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar sosialisasi pasca panen komoditas hortikultura bertema “Edukasi Cinta Pertanian untuk Petani Cilik Indonesia” di SDN 1 Jedong, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 6 sebagai upaya menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya pengelolaan hasil pertanian setelah panen.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tiga tahapan utama pasca panen, yakni sortasi, grading, dan packing, dengan contoh komoditas tomat, selada, dan buncis. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana disertai praktik langsung agar mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Ketua Kelompok PMT 4, Sugerin Willy Jawa, menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga kualitas hasil pertanian.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa hasil pertanian yang baik tidak hanya ditentukan saat menanam dan memanen, tetapi juga dari cara penanganannya setelah panen. Melalui sortasi, grading, dan packing, kualitas produk bisa tetap terjaga hingga sampai ke konsumen,” ujarnya.
Pada tahap sortasi, siswa mempraktikkan pemilahan tomat yang layak konsumsi serta mengenali selada dan buncis yang masih segar. Sementara pada tahap grading, siswa belajar mengelompokkan hasil panen berdasarkan ukuran, warna, dan tingkat kematangan.

Menurut Sugerin, proses tersebut penting untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian.
“Dengan grading, anak-anak jadi tahu bahwa hasil panen bisa dikelompokkan berdasarkan kualitas. Ini memudahkan pemasaran dan tentu dapat meningkatkan nilai jual produk,” jelasnya.
Mahasiswa juga mengenalkan tahapan packing atau pengemasan sederhana menggunakan wadah bersih dan aman agar sayuran tetap segar selama penyimpanan dan distribusi.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari siswa maupun guru pendamping. Selain memberikan pemahaman teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia pertanian sejak usia dini.
Sugerim menambahkan bahwa pelaksanaan program selama satu bulan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak positif bagi siswa.
“Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap potensi pertanian di lingkungan sekitar. Kami berharap mereka bisa menjadi generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan sektor pertanian,” pungkasnya.Mahasiswa PMT 4 Program Studi Agribisnis Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar sosialisasi pasca panen komoditas hortikultura bertema “Edukasi Cinta Pertanian untuk Petani Cilik Indonesia” di SDN 1 Jedong, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 6 sebagai upaya menanamkan pemahaman dasar tentang pentingnya pengelolaan hasil pertanian setelah panen.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tiga tahapan utama pasca panen, yakni sortasi, grading, dan packing, dengan contoh komoditas tomat, selada, dan buncis. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana disertai praktik langsung agar mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Ketua Kelompok PMT 4, Sugerin Willy Jawa, menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga kualitas hasil pertanian.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa hasil pertanian yang baik tidak hanya ditentukan saat menanam dan memanen, tetapi juga dari cara penanganannya setelah panen. Melalui sortasi, grading, dan packing, kualitas produk bisa tetap terjaga hingga sampai ke konsumen,” ujarnya.
Pada tahap sortasi, siswa mempraktikkan pemilahan tomat yang layak konsumsi serta mengenali selada dan buncis yang masih segar. Sementara pada tahap grading, siswa belajar mengelompokkan hasil panen berdasarkan ukuran, warna, dan tingkat kematangan.
Menurut Sugerin, proses tersebut penting untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian.
“Dengan grading, anak-anak jadi tahu bahwa hasil panen bisa dikelompokkan berdasarkan kualitas. Ini memudahkan pemasaran dan tentu dapat meningkatkan nilai jual produk,” jelasnya.
Mahasiswa juga mengenalkan tahapan packing atau pengemasan sederhana menggunakan wadah bersih dan aman agar sayuran tetap segar selama penyimpanan dan distribusi.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari siswa maupun guru pendamping. Selain memberikan pemahaman teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia pertanian sejak usia dini.
Sugerim menambahkan bahwa pelaksanaan program selama satu bulan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak positif bagi siswa.
“Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap potensi pertanian di lingkungan sekitar. Kami berharap mereka bisa menjadi generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan sektor pertanian,” pungkasnya. (Rajawali)