Mahrus Ali & Fitriyah Resmi Terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UTM 2026
Dilansir.id, Bangkalan – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) secara resmi menetapkan Mahrus Ali dan Fitriyah sebagai Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa UTM periode 2026. Penetapan tersebut dilakukan pada Rabu, 31 Desember 2025, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Pemilu Raya Mahasiswa UTM.
Pasangan calon nomor urut 01 tersebut ditetapkan sebagai pemenang berdasarkan hasil rekapitulasi dan keputusan resmi KPUM. Kepercayaan yang diberikan mahasiswa UTM dinilai sebagai mandat besar untuk menghadirkan kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang lebih progresif, responsif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dan lingkungan kampus.
Dalam pernyataan resminya, Mahrus Ali dan Fitriyah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi kampus tersebut. Mereka menegaskan bahwa kemenangan ini bukanlah kemenangan individu maupun kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh mahasiswa UTM.
“Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keterbukaan, serta berorientasi pada kepentingan mahasiswa secara menyeluruh,” demikian pernyataan Paslon 01 usai penetapan.

Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih 2026, pasangan ini mengusung visi menjadikan BEM sebagai laboratorium pengetahuan, inkubator pergerakan, serta akselerator pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Visi tersebut menempatkan BEM tidak hanya sebagai organisasi struktural, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kolektif yang mendorong lahirnya gagasan, kepemimpinan, dan gerakan mahasiswa berbasis kajian, data, dan nilai keilmuan.
Dalam implementasinya, kepemimpinan Paslon 01 akan diarahkan pada penguatan budaya akademik dan tradisi intelektual mahasiswa, konsolidasi gerakan berbasis riset dan argumentasi rasional, serta peningkatan kualitas pelayanan kemahasiswaan yang inklusif dan berkeadilan. Selain itu, BEM UTM juga diharapkan hadir secara nyata dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan sosial.
Mahrus Ali turut mengajak seluruh elemen mahasiswa, termasuk organisasi kemahasiswaan dan pasangan calon lainnya, untuk bersatu pasca kontestasi demokrasi kampus. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun setelah penetapan, seluruh mahasiswa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan membangun gerakan mahasiswa yang kuat serta bermartabat.
Dengan terpilihnya Mahrus Ali dan Fitriyah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UTM 2026, BEM diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai mitra kritis kampus yang konstruktif, penyalur aspirasi mahasiswa, serta penggerak perubahan sosial. Kepemimpinan baru ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi mahasiswa yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang bagi mahasiswa dan masyarakat luas. (FR/Rjb)