Serukan Pertanian Ramah Lingkungan: Mahasiswa UNITRI Lakukan Edukasi Pembuatan Pestisida Nabati di SDN 1 Jedong
Dilansir.id, Malang – Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sintetis masih menjadi persoalan serius di Desa Jedong. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kelompok 5 Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar edukasi pembuatan pestisida nabati pada Februari 2026 sebagai upaya mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan ini difokuskan pada pengolahan tanaman lokal di sekitar lingkungan menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan. Pestisida ini merupakan alternatif pengendali hama yang aman karena tidak meninggalkan residu kimia berbahaya dan mudah terurai di alam. Bahan utama yang diperkenalkan dalam praktik kali ini adalah tanaman serai (Cymbopogon citratus).
Program ini diinisiasi oleh Kelompok 5 PMT UNITRI yang beranggotakan 11 mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi, dipimpin oleh Krisostomus Rendi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Retno Wilujeng, S.P., M.P.
Peserta utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi SD Negeri 1 Jedong yang dilibatkan secara aktif melalui pendekatan partisipatif.
Aksi nyata ini berlangsung di lingkungan SD Negeri 1 Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Wilayah Desa Jedong dipilih karena memiliki potensi pertanian yang sangat besar namun masih menghadapi isu pencemaran akibat pestisida kimia.
Rangkaian kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu bulan penuh di awal tahun 2026. Puncak acara sosialisasi dan praktik pembuatan pestisida nabati kepada para siswa dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026.
Alasan utama dilaksanakannya program ini adalah untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berisiko merusak ekosistem dan kesehatan petani. Melalui edukasi sejak dini, diharapkan siswa sekolah dasar dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam dan memiliki kesadaran peduli lingkungan agar tidak bergantung pada bahan kimia berbahaya di masa depan.
Kegiatan dilakukan dengan metode belajar sambil praktik agar menarik bagi anak-anak. Prosesnya meliputi:
Persiapan: Mahasiswa menyiapkan alat dan bahan seperti serai, cabai, serta bawang-bawangan.
Edukasi: Pemberian materi mengenai bahaya pestisida kimia dan manfaat tanaman serai sebagai pengusir hama alami.
Demonstrasi: Siswa diajak mempraktikkan cara pengolahan serai—mulai dari pengenalan aroma hingga teknik penyemprotan pada tanaman contoh secara aman. (Red)