PGSD UNITRI Gelar Praktikum Bimbingan Konseling, Perkuat Kesiapan Mental dan Profesionalisme Calon Guru
Dilansir.id, Malang – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), sukses menggelar praktikum mata kuliah Bimbingan Konseling. Kegiatan yang menghadirkan dua praktisi ahli ini berfokus pada penguatan kapasitas mental dan profesionalisme calon pendidik masa depan. Selasa, (12/05/26)
Praktikum kali ini mengusung tema besar “Tumbuh dalam Peran, Bersama dalam Sekolah.” Melalui tema tersebut, mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa profesi guru tidak sekadar mentransfer ilmu, melainkan sebuah proses pendewasaan pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki empati yang tinggi.
Pemateri pertama, Laila Fitria Zuhratul Fadilah, SH., S.Psi., M.Si. memaparkan materi krusial mengenai Mental Readiness atau kesiapan mental dalam menjalani peran di masa depan. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan internal dalam mengelola kognitif dan emosional agar tetap berada di zona optimal saat menghadapi problematika dunia kerja, khususnya di lingkungan pendidikan anak.
“Praktik ini diharapkan mampu membentuk kesiapan mental mahasiswa untuk menjadi pribadi yang cukup tenang, hadir, fleksibel, serta adaptif. Tujuannya agar mereka mampu menjadi co-regulator yang aman, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain dalam situasi tertekan,” ujar Laila.
Senada dengan hal tersebut, pemateri kedua, Nataria Yulianie, S.Psi., M.Si. memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah adalah organisasi hidup yang memiliki struktur, budaya, dan komunikasi yang kompleks.

Mahasiswa diarahkan untuk memahami pentingnya kolaborasi dan adaptasi di dalam institusi sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan anak didik melalui pendidikan yang berdaya dan bermakna.
Dosen pengampu mata kuliah Bimbingan Konseling, Chusnul Chotimah, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa praktikum ini merupakan jembatan penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori di kelas dengan realita di lapangan.
“Kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi, keterampilan konseling, serta sikap profesional. Kami ingin mahasiswa lebih percaya diri dalam memberikan layanan BK, baik di sekolah maupun masyarakat, sehingga mereka memiliki kompetensi unggul sebagai calon pendidik profesional,” ungkap Chusnul.
Manfaat nyata dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Lili Lenora Mahoklory. Ia mengaku kegiatan praktikum yang dikemas dengan metode role playing ini memberikan pengalaman baru yang sangat menyenangkan.
“Saya belajar bahwa setiap individu punya peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Pesan dari role playing tadi adalah pentingnya sinergi antara guru, konselor, orang tua, dan siswa agar tercipta lingkungan belajar yang harmonis,” tutur Lili.
Melalui praktikum ini, mahasiswa PGSD UNITRI diharapkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap secara mental untuk menjadi pembimbing yang peka terhadap kebutuhan siswa di masa depan. (SA/Rjb)