Pemerintah Kota Surabaya Gelar Dialog Interaktif Bersama Aliansi BEM Surabaya (ABS)
Dilansir.id, Surabaya — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya menggelar kegiatan Dialog Interaktif bertema “Komunikasi dalam Kebijakan” di Rumah Bhineka Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Surabaya untuk membangun komunikasi yang efektif terkait kebijakan publik. Senin (20/04/26).
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti UM Surabaya, Unesa, Ubhara, STAI Lukman Hakim, STIDKI Ar-Rahmah, serta kampus lain yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya komunikasi dalam kebijakan publik, membuka ruang dialog dengan pemerintah, serta menghimpun aspirasi Mahasiswa untuk dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang lebih inklusif.
Hadir sebagai narasumber, Edi Setiawan menekankan bahwa komunikasi merupakan kunci utama dalam membangun hubungan, menyampaikan gagasan, dan memengaruhi arah kebijakan. Ia menjelaskan bahwa pola pikir seseorang sangat dipengaruhi oleh perspektif yang terbentuk dari pengalaman dan lingkungan.
“Sering kali kita menilai sesuatu hanya dari apa yang terlihat. Padahal persepsi dipengaruhi oleh atensi, harapan, motivasi, dan ingatan. Maka penting bagi kita untuk membuka cara berpikir dan menghargai perspektif orang lain,” ujar Edi.
Dalam pemaparannya, Edi juga menjelaskan bahwa kunci kesuksesan terdiri dari tiga unsur utama yaitu rasa kemauan, rasa kemampuan, dan tenaga kemampuan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh potensi, tetapi juga oleh cara seseorang membangun pola pikir (mindset), melakukan perencanaan, serta menjalankan aksi secara konsisten.
Selain itu, ia mengingatkan para peserta agar tidak mudah terjebak dalam pola pikir jumping to conclusions, yakni kebiasaan menarik kesimpulan secara cepat tanpa analisis yang matang. Hal tersebut dinilai dapat memicu kesalahan persepsi dan memperbesar masalah yang sebenarnya tidak signifikan.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Melalui dialog ini, kami mendorong hadirnya komunikasi dua arah yang sehat, kritis, dan solutif. Harapannya, setiap gagasan yang lahir dari forum ini dapat menjadi rekomendasi strategis yang benar-benar dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Aliansi BEM Surabaya berharap terjalin komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Surabaya. Forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan konstruktif serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah.
Menutup rangkaian acara, Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah awal untuk membangun sinergi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan pemerintah. Ia menekankan pentingnya ruang dialog yang setara agar aspirasi mahasiswa tidak hanya didengar, tetapi juga direspons secara konkret dalam perumusan kebijakan. (MAH/SA)