Kelompok 7 PMT UNITRI Dampingi UMKM Pandansari Manfaatkan TikTok untuk Perluas Pasar
Dilansir.id, Malang – Kelompok 7 Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) memberikan pendampingan pemasaran digital secara door to door kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Jum’at, (31/07/26).
Pendampingan tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung rumah dan lokasi usaha warga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform TikTok sebagai media promosi dan pemasaran produk.
Dalam pendampingan, mahasiswa Kelompok 7 PMT UNITRI memberikan praktik pembuatan akun TikTok untuk usaha, teknik mengambil video produk menggunakan telepon genggam, penyusunan caption promosi, hingga cara mengunggah konten agar dapat menjangkau calon konsumen secara lebih luas.
Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM secara langsung saat membuat konten promosi. Pendekatan door to door dipilih agar pendampingan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Salah satu pelaku UMKM, Tutik, yang menjalankan usaha kerupuk di Desa Pandansari, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti pendampingan tersebut.

“Saya biasanya hanya menjual produk kepada tetangga, pelanggan yang datang langsung, dan menitipkannya ke warung-warung kecil. Setelah mendapatkan pendampingan, saya jadi memahami cara membuat video promosi di TikTok sehingga produk saya dapat dikenal oleh lebih banyak orang,” kata Tutik.
Pelaku UMKM lainnya, Een, juga menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengatakan sebelumnya belum memahami cara menggunakan TikTok sebagai media pemasaran.
“Saya merasa sangat terbantu karena sebelumnya saya tidak pernah berjualan melalui TikTok dan belum memahami cara menggunakannya. Setelah mendapatkan pendampingan seperti ini, saya menjadi lebih paham dan mulai bisa berjualan melalui TikTok,” ujar Een.
Ketua Kelompok 7 PMT UNITRI mengatakan TikTok dipilih sebagai salah satu media pemasaran karena relatif mudah digunakan dan memiliki jangkauan pengguna yang luas. Platform tersebut dinilai dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal melalui konten yang lebih kreatif dan menarik.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan media digital menjadi salah satu hal penting bagi pelaku UMKM untuk menghadapi perubahan pola pemasaran dan perilaku konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, Kelompok 7 PMT UNITRI berharap pelaku UMKM di Desa Pandansari tidak hanya mampu membuat konten promosi, tetapi juga dapat mengelola pemasaran digital secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemanfaatan TikTok diharapkan dapat membantu produk UMKM Desa Pandansari menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar, meningkatkan daya saing usaha, serta membuka peluang pasar baru bagi masyarakat.
Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa. (MAH)