Mahasiswa UTM Kembangkan VACSAFE, Alat Pendingin Makanan untuk Dukung Keamanan Program MBG
Dilansir.id, Bangkalan – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil mengembangkan VACSAFE, alat pendingin makanan yang dirancang untuk menjaga keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi tersebut lahir dari kekhawatiran terhadap potensi kontaminasi makanan selama proses distribusi yang dapat memicu kasus keracunan pangan di Kabupaten Bangkalan. Rabu, (02/09/26)
Inovasi VACSAFE dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas program studi yang terdiri dari Ro’yal Dzunnurain, Dinah Izzah Farhana, Yananda Ariyanti Artika, Asfar Assidiq dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian, serta Sibyan Masrur Rahman dari Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UTM. Tim tersebut dibimbing oleh Khoirul Anam As Syukri, S.T., M.T., dan berhasil memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
Ketua Tim PKM-KC VACSAFE, Ro’yal Dzunnurain, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menjawab persoalan keamanan pangan yang kerap muncul pada distribusi makanan dalam skala besar.
“Kami melihat ada celah yang belum banyak disentuh dalam rantai distribusi program MBG, yaitu bagaimana menjaga keamanan makanan setelah proses memasak selesai hingga makanan benar-benar sampai dan siap dikonsumsi,” ujar Ro’yal.
Menurutnya, makanan yang telah dimasak sesuai standar sering kali dibiarkan dalam kondisi panas di ruang terbuka sebelum didistribusikan. Situasi tersebut berpotensi memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko kontaminasi silang, terutama pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak sekolah.
VACSAFE dirancang sebagai alat pendingin makanan yang mampu menurunkan suhu pangan secara cepat hingga berada pada rentang aman sebelum proses distribusi dilakukan. Sistem ini menggunakan teknologi pendinginan terukur dengan ruang pendingin berbahan stainless steel serta mekanisme vakum dan sirkulasi air untuk mempercepat proses penurunan suhu.
Dari hasil pengujian, VACSAFE mampu menurunkan suhu makanan dari 62 derajat Celsius menjadi 27 derajat Celsius hanya dalam waktu sekitar 6,5 menit. Sebagai perbandingan, pendinginan menggunakan lemari pendingin membutuhkan waktu sekitar 25 menit, sementara metode konvensional pada suhu ruang memerlukan waktu lebih dari satu jam.
Ro’yal menjelaskan keunggulan tersebut menjadikan VACSAFE lebih efektif untuk diterapkan pada dapur penyedia MBG yang membutuhkan proses distribusi cepat dengan standar keamanan pangan yang tinggi.
“Hasil pengujian menunjukkan VACSAFE bekerja sekitar lima kali lebih cepat dibandingkan refrigerator dan jauh lebih cepat dibandingkan metode pendinginan konvensional. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat,” katanya.
Tim pengembang berharap VACSAFE dapat membantu menekan potensi kasus keracunan makanan pada program MBG sekaligus meningkatkan kualitas sistem distribusi pangan di Indonesia.
Ke depan, tim PKM-KC UTM berencana menyempurnakan teknologi yang telah dikembangkan serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah, akademisi, dan sektor industri guna memperluas uji coba serta implementasi VACSAFE di lapangan.
Program pengembangan VACSAFE dilaksanakan sepanjang tahun 2026 setelah tim mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dinyatakan lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Belmawa sebagai salah satu inovasi teknologi yang dinilai memiliki potensi memberikan solusi terhadap persoalan keamanan pangan nasional. (MAH)