Resmi Dilantik, HMI Cabang Kabupaten Malang Tegaskan Komitmen Cetak Kader Intelektual dan Profesional
Dilansir.id, Malang — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Malang resmi melantik jajaran pengurus dalam sebuah momentum yang menandai dimulainya perjalanan organisasi tersebut di Kabupaten Malang.
Pelantikan digelar pada Minggu, 6 September 2026, di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan HMI Cabang Kabupaten Malang sebagai Ruang Tumbuh Baru Kader Muslim Intelektual Profesional Berkemajuan.”
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Presidium KAHMI Kabupaten Malang Faiz Wildan, Kapolres Malang AKBP Rulian, Sekretaris Jenderal PB HMI Jusrianto, Founder Graha Yakusa Muhlis Ali, para ketua organisasi kepemudaan (OKP), serta senior dan alumni HMI dari berbagai latar belakang, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga kalangan profesional.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus harapan terhadap keberadaan HMI Cabang Kabupaten Malang sebagai ruang baru bagi tumbuhnya generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan kemampuan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Malang, Fahmi Aziz, mengatakan kehadiran HMI di Kabupaten Malang merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk turut mengambil peran dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurut Fahmi, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Adanya HMI di Kabupaten Malang merupakan bagian dari ikhtiar untuk ikut mewarnai proses pembangunan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Malang. HMI harus hadir sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, profesionalisme, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat,” ujar Fahmi Aziz.
Fahmi menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa sekaligus proses pembangunan daerah. Karena itu, peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) tidak seharusnya berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui gagasan, gerakan, dan keterlibatan nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Selain berperan sebagai agen perubahan, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab sebagai kekuatan kontrol sosial terhadap berbagai dinamika yang berlangsung di tengah masyarakat.
“Peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen kontrol sosial harus terus diperjuangkan. Mahasiswa harus mampu menjaga idealismenya, memiliki keberanian menyampaikan gagasan, sekaligus menghadirkan solusi yang konstruktif terhadap berbagai persoalan,” tegasnya.
Fahmi berharap HMI Cabang Kabupaten Malang dapat menjadi ruang kaderisasi yang terbuka untuk melahirkan kader-kader muda Muslim yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas akademik, profesional, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.
Sementara itu, Ketua Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Kabupaten Malang, Sofi Rizkiyatun Nuzula, menyoroti pentingnya keterlibatan kader perempuan dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Menurut Sofi, kader perempuan HMI perlu memiliki kepekaan terhadap isu-isu perempuan, pendidikan, dan berbagai persoalan sosial yang masih membutuhkan perhatian bersama.
“Kader perempuan HMI harus peka dan terlibat dalam isu-isu keperempuanan dan pendidikan. Perempuan tidak boleh hanya menjadi objek dalam pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang turut mengambil peran, memberikan gagasan, dan terlibat dalam proses perubahan,” ujar Sofi.
Ia menambahkan, KOHATI memiliki tanggung jawab dalam mendorong lahirnya perempuan-perempuan muda yang memiliki kekuatan intelektual, kapasitas kepemimpinan, serta keberanian untuk mengambil peran di ruang-ruang strategis.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya perjalanan HMI Cabang Kabupaten Malang dalam membangun ekosistem kaderisasi di wilayah Kabupaten Malang.
Dengan membawa semangat Muslim, Intelektual, Profesional, dan Berkemajuan, HMI Cabang Kabupaten Malang diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa, pemuda, alumni, pemerintah, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.
Momentum pelantikan itu juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi penonton dalam dinamika pembangunan. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil bagian melalui kekuatan gagasan, gerakan intelektual, pengabdian sosial, serta kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah.
HMI Cabang Kabupaten Malang hadir dengan harapan dapat melahirkan generasi kader yang mampu berpikir kritis, berakar pada nilai-nilai keislaman, memiliki kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa, serta siap mengambil peran di berbagai sektor kehidupan menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban. (red)