Mahasiswa PMT UNITRI Petakan Wilayah Rawan Genangan di Pagentan untuk Dukung Perencanaan Drainase
Dilansir.id, Malang – Mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Kelompok 26 melaksanakan pemetaan batas administrasi rukun warga (RW) dan pendataan kondisi jaringan drainase di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pada 16 Juli hingga 13 Agustus tersebut bertujuan menyediakan data spasial sebagai pendukung perencanaan sistem drainase dalam upaya penanganan genangan dan banjir.
Program yang dipimpin Ketua Kelompok Fransiskus Orisno Hamid dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Suhudi, ST., MT. itu dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Pagentan.
Kelurahan Pagentan memiliki 10 RW dengan karakteristik wilayah dan kondisi lingkungan yang beragam. Berdasarkan hasil observasi dan survei lapangan, tim PMT mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat hujan. Dari hasil identifikasi awal, RW 01, RW 02, dan RW 08 menjadi wilayah prioritas untuk pendataan lebih lanjut.
Di RW 01, genangan dipengaruhi oleh kondisi dan kapasitas saluran drainase serta lingkungan di sekitarnya. Sementara itu, di RW 02, aliran permukaan dari kawasan sekitar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya genangan. Adapun RW 08 juga masuk dalam wilayah prioritas karena kondisi saluran dan karakteristik kawasan yang memerlukan perhatian dalam perencanaan drainase.
Selain menyusun peta administrasi batas wilayah RW, mahasiswa melakukan survei terhadap kondisi jaringan drainase. Pendataan mencakup kondisi fisik saluran, dimensi dan panjang saluran, tingkat sedimentasi, kondisi saluran terbuka maupun tertutup, kondisi lingkungan sekitar, hingga identifikasi titik-titik yang berpotensi mengalami genangan.
Data hasil survei tersebut digunakan sebagai dasar awal untuk mengidentifikasi permasalahan sistem drainase sekaligus mendukung penyusunan rekomendasi penanganan infrastruktur di Kelurahan Pagentan.
Berdasarkan hasil survei, penanganan drainase dinilai perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Pada kawasan yang memiliki jalan sempit dan permukiman padat, penggunaan saluran terbuka konvensional dinilai memiliki keterbatasan. Sebagai alternatif jangka panjang, tim PMT merekomendasikan penggunaan saluran box culvert pada lokasi yang memenuhi persyaratan teknis.

Meski demikian, rekomendasi tersebut masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut, meliputi perhitungan debit rencana, kapasitas saluran, dimensi, kemiringan dasar saluran, elevasi, serta analisis hidrologi dan hidraulika sebelum dapat diterapkan.
Selain menghasilkan peta administrasi Kelurahan Pagentan, kegiatan ini juga menghasilkan data kondisi drainase, identifikasi wilayah prioritas di RW 01, RW 02, dan RW 08, rekomendasi awal penanganan drainase, serta dokumentasi kegiatan lapangan.
Dosen Pembimbing Lapangan PMT Kelompok 26, Suhudi, ST., MT. berharap hasil kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah kelurahan.
“Kegiatan PMT diharapkan tidak berhenti pada proses pemetaan dan pendataan saja, tetapi dapat menjadi data awal yang terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pihak kelurahan dalam mendukung perencanaan pembangunan, khususnya penanganan sistem drainase.” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMT Kelompok 26 Fransiskus Orisno Hamid berharap hasil pemetaan dan pendataan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan penanganan drainase di tingkat kelurahan.
“Kami berharap hasil pemetaan dan pendataan yang dilakukan Kelompok 26 dapat memberikan gambaran kondisi wilayah dan permasalahan drainase secara lebih jelas, sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan di Kelurahan Pagentan.” ucap Fransiskus.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam membangun basis data yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Pemetaan dan pendataan bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan langkah awal untuk membangun basis data yang dapat terus dimanfaatkan dalam perencanaan dan penanganan drainase Kelurahan Pagentan secara berkelanjutan.” tambahnya. (Red)