Mahasiswa PMT dan Dosen UNITRI Edukasi Pembuatan Kompos untuk Dukung Taman Hias SDN 1 Kedok
Dilansir.id, Malang – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang Kelompok 11 Dewi Sartika bersama dosen pendamping menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos di SD Negeri 1 Kedok, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung selama masa PMT, mulai 20 Juli sampai 08 Agustus 2026, itu bertujuan mengedukasi warga dan sekolah mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung perawatan taman hias melalui pemanfaatan pupuk alami.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada siswa. Selain memperkenalkan cara mengolah sampah organik, mahasiswa juga mengajak warga sekolah memanfaatkan limbah organik yang selama ini terbuang menjadi kompos yang bernilai guna.
Koordinator Kelompok 11 Dewi Sartika, Reinardus Musaimen, mengatakan pengelolaan sampah organik menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak warga dan sekolah untuk tidak melihat sampah organik sebagai sesuatu yang tidak berguna. Sampah seperti daun kering dan sisa tanaman dapat diolah menjadi kompos yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk merawat taman hias di sekolah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis sampah organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah, seperti daun kering, rumput, dan sisa tanaman. Peserta kemudian diberikan pemahaman mengenai tahapan pembuatan kompos, mulai dari pengumpulan bahan, proses pencampuran, pengaturan kelembapan, hingga proses penguraian menjadi pupuk organik.
Tak hanya melalui penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos. Metode ini dipilih agar siswa dan warga sekolah dapat memahami sekaligus menerapkan pengelolaan sampah organik dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat materi yang diberikan, kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah pemateri dari lingkungan akademik UNITRI, yakni Chusnul Chotimah, S.Pd., M.Pd., Zuni Mitasari, S.Pd., M.Pd., Muhammad Yusi Kamhar, S.Pd., M.Pd., serta Moh. Farid Nurul Anwar, S.Pd., M.Pd. Para pemateri memberikan penjelasan mengenai teknik pembuatan kompos dan manfaatnya bagi lingkungan maupun pertanian.
Mendukung Taman Hias Sekolah
Program pembuatan kompos tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah organik. Kompos yang dihasilkan juga direncanakan untuk mendukung penataan dan perawatan taman hias di lingkungan SD Negeri 1 Kedok.
Melalui pemanfaatan pupuk organik, mahasiswa berharap taman sekolah dapat tumbuh lebih subur sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Keberadaan taman hias dinilai memiliki fungsi lebih dari sekadar mempercantik lingkungan sekolah. Taman dapat menjadi ruang edukasi yang mengajarkan siswa tentang penghijauan, kebersihan, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Dosen pendamping PMT UNITRI, Chusnul Chotimah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program PMT berakhir.
“Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada saat pelaksanaan PMT saja. Kami berharap warga dan sekolah dapat melanjutkan pembuatan kompos dan memanfaatkannya untuk merawat taman, sehingga program ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.
Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Pihak SD Negeri 1 Kedok menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa dan dosen UNITRI tersebut. Program ini dinilai memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai cara mengelola sampah organik secara sederhana dan ramah lingkungan.
Keterlibatan siswa dalam praktik pembuatan kompos juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini. Selain membiasakan budaya membuang sampah pada tempatnya, siswa diajak memahami bahwa sampah tertentu masih dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa PMT, dosen pendamping, dan pihak sekolah, program pembuatan kompos diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan. Tidak hanya mendukung kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, program yang diinisiasi Kelompok 11 Dewi Sartika tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian masyarakat semata, tetapi juga diharapkan mampu meninggalkan manfaat jangka panjang bagi SD Negeri 1 Kedok dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan berwawasan lingkungan. (MAH)