Dipecat Saat Umur 50, Tabungan Miliaran Tak Menjamin Bertahan Lama
DILANSIR.ID – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat (AS) memaksa banyak warga Negeri Paman Sam kembali mencari pekerjaan di tengah ketatnya persaingan. Kondisi ini terasa semakin berat bagi mereka yang kehilangan pekerjaan pada usia tidak lagi muda, yakni 50 tahun ke atas.
Meski usia pensiun di negara adidaya tersebut tergolong tinggi, yaitu 66–67 tahun, para pencari kerja berusia 50 tahun sering merasa kalah bersaing dengan kandidat yang lebih muda. Hal ini membuat upaya mendapatkan pekerjaan kembali menjadi semakin sulit setelah terkena PHK.
Kebutuhan Relatif Tinggi, Tabungan Miliaran Pun Tak Menjamin Bertahan
Hasil survei lembaga nonprofit AARP pada Januari 2025 mencatat, 74% responden warga AS berusia 50 tahun ke atas menganggap usia mereka menjadi penghalang untuk mendapatkan tawaran pekerjaan baru. Bahkan, jika seorang pekerja terkena PHK di usia 52 tahun dengan tabungan sebesar US$ 620.000 atau sekitar Rp 10,09 miliar (kurs Rp 16.279 per dolar AS), ia tetap berpotensi mengalami kesulitan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Sejujurnya, mereka yang berusia awal 50-an akan menghadapi kesulitan lebih besar dalam mencari pekerjaan. Diskriminasi usia memang nyata dan merajalela,” ujar pakar tenaga kerja Kyle Elliot, Selasa (12/8/2025).
Elliot menegaskan bukan berarti pencari kerja berusia lanjut mustahil mendapatkan pekerjaan. Hanya saja, mereka perlu melakukannya dengan strategi yang lebih tepat. Ia menyarankan para pekerja usia 50-an yang terkena PHK memanfaatkan LinkedIn untuk meneliti karyawan yang menduduki posisi serupa di perusahaan incaran. Cara ini dapat membantu mendapatkan gambaran mengenai perusahaan, budaya kerja, dan suasananya.
Disarankan Tetap Terima Situasi dan Tidak Berkecil Hati
Dalam situasi yang demikian, Elliot juga menyarankan kepada masyarakat yang terdampak PHK massal agar mengikuti kursus dan mengerjakan proyek khusus dan ditampilkan pencapaiannya di resume dan profil Linkedln dan sebutkan dengan percaya diri saat wawancara.
Namun jika tawaran kerja yang tersedia memberikan gaji yang tergolong rendah, terlebih saat dibandingkan dengan posisi sebelumnya, Elliot menyarankan untuk tetap menerima dan tidak berkecil hati. Sebab pada akhirnya mendapatkan kerja meskipun gaji tak seberapa lebih baik daripada tidak memiliki pemasukan sama sekali.
“Meskipun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri jika anda menerima peran dengan gaji lebih rendah. Pada akhirnya, anda harus memperhatikan diri sendiri, temasuk memenuhi kebutuhan finansial anda,” tutup Elliot.