Langkah UNISDA Lamongan Menuju Reputasi Internasional Lewat Sertifikasi ISO
Dilansir.id, Lamongan – Universitas Darul Ulum Lamongan (UNISDA) kembali menorehkan sejarah baru sebagai pionir pendidikan tinggi di Lamongan yang berani mengambil langkah konkret menuju standardisasi global. UNISDA sukses menyelenggarakan kegiatan Audit Stage 2 Sertifikasi ISO. Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen UNISDA untuk tidak sekadar mengejar pemenuhan administrasi nasional, tetapi juga membangun sistem manajemen mutu yang berkelanjutan dan diakui secara internasional. Senin – Selasa, (4-5/04/26)
Rektor UNISDA dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan audit ISO ini merupakan wujud nyata komitmen mandiri institusi untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik. Beliau menyoroti bahwa proses akreditasi terkadang hanya menjadi “kosmetik” semata, sehingga audit ISO ini hadir sebagai evaluasi mandiri untuk memberikan kualitas yang lebih baik demi kesinambungan institusi di masa depan.
“Kita mulai dari naskah audit ini menjadi titik nol untuk dikembangkan, karena kita harus punya sejarah untuk memperbaiki diri, karena ini adalah mandiri bukan karena terpaksa,” tegas Rektor. Beliau juga menambahkan bahwa ke depannya, hasil evaluasi ini akan menjadi pedoman bagi lembaga untuk mengetahui mana langkah yang benar untuk dilanjutkan dan mana yang harus ditinggalkan guna memperbaiki sistem secara bertahap.
Komitmen UNISDA ini mendapat apresiasi sekaligus tantangan dari Prof. Sugeng selaku Lead Auditor. Prof. Sugeng menjelaskan bahwa paradigma ISO saat ini telah berkembang pesat; jika dulu mutu diukur dari kemampuan memuaskan pemangku kepentingan, kini fokus utamanya terletak pada keberlanjutan (sustainability) dan kemampuan institusi untuk bertahan serta berkembang di era ketidakpastian.
Prof. Sugeng menekankan bahwa visi institusi harus dikaji secara mendalam untuk membuktikan bahwa prodi dan kampus akan terus bertahan dan menjadi jauh lebih bagus dalam 10 tahun ke depan. Beliau menggarisbawahi bahwa UNISDA saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, namun kompetitor terus berlari dengan lebih cepat, sehingga kemajuan ini harus disokong oleh sistem yang baik untuk menghasilkan budaya kerja yang unggul.
“Semangatnya adalah improve dan menumbuhkan,” ujar Prof. Sugeng. Beliau juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk menggunakan ilmu dari penerapan ISO ini sebagai upaya strategis membawa kampus meraih reputasi internasional. Reputasi internasional tersebut, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada tata kelola semata, melainkan harus diwujudkan melalui kualitas dosen, mahasiswa, dan riset yang dihasilkan.
Melalui keberhasilan pelaksanaan Audit Stage 2 ini, UNISDA membuktikan bahwa mereka tidak menjadikan kelengkapan dokumen sebagai formalitas belaka. Dengan evaluasi terukur dan perbaikan berkelanjutan, UNISDA semakin mantap melangkah sebagai perguruan tinggi terkemuka di Lamongan yang siap bersaing di kancah global. (MAH/SA)