Kepada Setiap yang Merasa Hayati
Demi Gibraltar, saksi agung penaklukan Andalusia
Bila waktu telah berputar seperti ayat yang tidak diturunkan, mengitari dada menjadikan mihrab.
Siapakah yang bersujud tidak kepada kenangan?
Jam-jam menanggalkan jarum,
malam menanggalkan hitamnya,
segala yang tampak menolak disaksikan,
segala yang disaksikan meminta dilupakan
Wahai yang merasa hayati,
Di mana engkau sembunyikan mautmu selain pada lipatan hidup yang kau kira terang?
Di manakah engkau menaruh nama, selain pada luka yang kau kira ingatan?
Demi NUN yang menampung air, debu, dan kemungkinan
Bukankah engkau berdiri di antara dua tiada,
yang satu kau sebut lembaran, yang lain kau sebut kepulangan.
Demi tebing yang memunggungi matahari
Bukankah yang tersisa hanyalah kerinduan yang karenanya kau senantiasa khusyu bila mengingat
suara pertemuan.
Sungguh,
tiada yang benar-benar kau miliki
selain sisa-sisa rindu tinggal dalam perahu NUN
Dan tiada yang benar-benar kau takutkan
selain sunyi yang kelak mengenal namamu lebih dahulu.
20 Januari 2026
Zao Kelana