Tragedi Tual: Ketua Umum HIMASA UTM Kutuk Keras Oknum Brimob Pembunuh Pelajar
Dilansir.id, Sampang – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi sorotan publik menyusul tragedi kemanusiaan yang terjadi di Tual, Maluku Tenggara. Peristiwa tersebut dinilai semakin memperdalam krisis legitimasi kepolisian di tengah upaya membangun citra melalui slogan “Presisi”.
Insiden yang terjadi pada awal tahun 2026 itu memicu kemarahan masyarakat setelah melibatkan oknum anggota Brimob yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap dua pelajar. Akibat kejadian tersebut, seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan oleh aparat yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sampang Universitas Trunojoyo Madura (HIMASA UTM), Ismail Ardi, menilai peristiwa tersebut tidak dapat dipandang sebagai kesalahan individu semata ataupun sekadar persoalan “oknum”.
Ismail Ardi menilai ini adalah kultur kekerasan yang melembaga, dan jatuhnya korban jiwa dari kalangan pelajar menjadi bukti bahwa praktik kekerasan masih kuat mengakar di tubuh institusi kepolisian.
Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam kultur dan sistem yang masih belum sepenuhnya berorientasi pada pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penegakan hukum. (FR, Red)