dilansir.id
March 14, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
March 14, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Daerah

Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Riau, Wakil Ketua BEM FEB UTM Desak Evaluasi Sistem Keamanan Kampus dan Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
February 27, 2026
0 Comments

Dilansir.id, Bangkalan – Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali diguncang peristiwa kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Insiden berdarah yang dialami FAP (23) pada Kamis pagi (26/2/2026) memicu keprihatinan sekaligus kemarahan dari berbagai elemen mahasiswa di sejumlah daerah.

Gelombang respons juga datang dari Pulau Madura. Fungsionaris mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik terhadap sistem keamanan di lingkungan perguruan tinggi.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM, Ismail Ardi, menilai peristiwa pembacokan yang terjadi di area kampus pada jam aktif akademik merupakan kegagalan serius dalam sistem keamanan institusi pendidikan.

Peristiwa tersebut terjadi di lantai dua Gedung Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suska Riau, tepat ketika korban tengah bersiap mengikuti Seminar Proposal (Sempro), salah satu tahapan penting dalam proses akademiknya.

“Sangat memilukan. Bayangkan seorang mahasiswi yang sudah berjuang bertahun-tahun, bersiap dengan berkas penelitian di tangan, namun justru harus menghadapi kapak dan parang di depan ruang ujiannya,” ujar Ismail Ardi saat ditemui di Sekretariat BEM FEB UTM, Jumat (27/2/2026).

Berdasarkan laporan yang beredar, pelaku berinisial RM (22) menyerang korban menggunakan senjata tajam yang telah disiapkan sebelumnya di dalam tas. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan bahu, serta mengalami patah pada pergelangan tangan setelah berusaha menangkis serangan.

Ismail Ardi juga menyoroti lemahnya pengawasan keamanan kampus. Ia mempertanyakan bagaimana senjata tajam seperti kapak dan parang dapat dibawa masuk ke dalam gedung fakultas tanpa terdeteksi oleh petugas keamanan.

“Kami di BEM FEB UTM mempertanyakan, bagaimana mungkin seseorang bisa membawa ‘peralatan perang’ ke dalam ruang akademik tanpa ada kecurigaan dari pihak security? Ini adalah alarm merah bagi seluruh kampus di Indonesia, termasuk kami di Madura,” tegas Ardi.

Ia mendorong agar pihak kampus di berbagai daerah mulai memperketat sistem keamanan, termasuk mempertimbangkan penggunaan alat pemindai logam serta peningkatan patroli keamanan pada jam-jam tertentu guna menjamin keselamatan civitas akademika.

Menurutnya, lingkungan kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri.

“Jika di dalam gedung fakultas saja nyawa mahasiswa bisa terancam, lalu di mana lagi tempat aman bagi kami?” lanjutnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, motif pelaku melakukan penyerangan diduga dipicu rasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa korban menolak menjalin hubungan karena telah memiliki pasangan, sementara pelaku merasa memiliki kedekatan khusus sejak keduanya menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menanggapi hal tersebut, Ismail Ardi menilai bahwa peristiwa ini tidak hanya persoalan kriminal semata, tetapi juga menunjukkan adanya persoalan kesehatan mental serta pengelolaan emosi di kalangan generasi muda.

“Ini adalah manifestasi dari toxic masculinity dan obsesi yang sakit. Pelaku merasa memiliki hak atas diri korban hanya karena mereka pernah dekat. Ketika realita tidak sesuai ekspektasi, ego yang terluka berubah menjadi aksi kriminal berencana,” jelas Ismail.

Sebagai langkah pencegahan, BEM FEB UTM berencana mengusulkan program edukasi mengenai Relationship Management serta kesehatan mental bagi mahasiswa di lingkungan kampus mereka.

Ismail menilai organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk membangun ekosistem sosial yang sehat, termasuk mendorong sikap dewasa dalam menyikapi dinamika hubungan personal.

Terkait proses hukum, Ismail Ardi menyatakan dukungannya terhadap langkah Polsek Binawidya dan Polresta Pekanbaru yang menjerat pelaku menggunakan Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan berat yang direncanakan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Kami tidak ingin mendengar ada keringanan hukum dengan alasan pelaku masih mahasiswa atau karena motif asmara. Ini adalah percobaan pembunuhan yang direncanakan secara matang dengan membawa dua jenis senjata tajam sekaligus. Hukum harus tegak lurus untuk memberikan keadilan bagi FAP,” tegasnya.

Ismail juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, khususnya di Universitas Trunojoyo Madura, untuk memberikan dukungan moral kepada korban yang saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Korban diketahui tengah dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau dan harus melewati masa pemulihan fisik serta trauma psikologis sebelum menjalani operasi lanjutan.

“Meskipun jarak antara Madura dan Riau ribuan kilometer, rasa sakit yang dialami rekan kami di UIN Suska Riau terasa hingga ke sini. Kami berdiri bersama korban. Tragedi ini tidak boleh terlupakan begitu saja setelah berita ini tidak lagi viral,” pungkas Ismail Ardi.

Sebagai bentuk solidaritas, BEM FEB UTM juga berencana mengirimkan surat pernyataan dukungan kepada BEM UIN Suska Riau guna mengawal proses hukum hingga tuntas.

Peristiwa di UIN Suska Riau tersebut dinilai bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan momentum penting bagi institusi pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan kampus serta perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa. (FR/Rjb)

Tags:

BEM FEB UTMKasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska RiauUniversitas Trunojoyo Madura

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Usai Bahas Remiliterisme, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras
Redaksi Dilansir.id
Kasus Dugaan Investasi Bodong di Sidoarjo Rigikan Ratusan Juta Rupiah, Artee Law Office Dampingi Pelapor
Redaksi Dilansir.id
Aliansi BEM Surabaya Gelar Sarasehan Ngabuburit Kebangsaan, Bahas Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045
Redaksi Dilansir.id
Polemik SK HMI Cabang Ketawanggede, Ketua Umum HMI Cabang Malang Soroti Mekanisme di PB HMI
Redaksi Dilansir.id
Perkuat Sinergi Kaderisasi, HMI Koorkom UMM Gelar Silaturahmi Buka Puasa Bersama KAHMI dan Alumni
Redaksi Dilansir.id
HMI Cabang Pamekasan dan Satlantas Polres Pamekasan Jalin Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Keselamatan Berlalu lintas
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Daerah
Aliansi BEM Surabaya Gelar Sarasehan Ngabuburit Kebangsaan, Bahas Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045
Redaksi Dilansir.id
March 13, 2026
Daerah
Polemik SK HMI Cabang Ketawanggede, Ketua Umum HMI Cabang Malang Soroti Mekanisme di PB HMI
Redaksi Dilansir.id
March 12, 2026
Daerah
Perkuat Sinergi Kaderisasi, HMI Koorkom UMM Gelar Silaturahmi Buka Puasa Bersama KAHMI dan Alumni
Redaksi Dilansir.id
March 12, 2026
Daerah
HMI Cabang Pamekasan dan Satlantas Polres Pamekasan Jalin Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Keselamatan Berlalu lintas
Redaksi Dilansir.id
March 12, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Usai Bahas Remiliterisme, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras
March 13, 2026
Aliansi BEM Surabaya Gelar Sarasehan Ngabuburit Kebangsaan, Bahas Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045
March 13, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran