Gempa Bumi M5,0 Kembali Guncang Flores, Warga Diminta Waspada
Dilansir.id, Flores — Masyarakat di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di kawasan Kabupaten Manggarai dan sekitarnya, dikagetkan oleh guncangan gempa bumi tektonik. Peristiwa gempa tersebut terjadi tepat pada pukul 04:20:18 WIB saat sebagian besar warga baru memulai aktivitas pagi hari. pada Senin pagi (24/08/2026)
Berdasarkan hasil analisis menyeluruh dan pemutakhiran data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini tercatat memiliki magnitudo update M5,0 dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Secara rincian geografis, pihak BMKG mengonfirmasi bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,37° LS dan 120,64° BT. Pusat getaran gempa berada tepat di darat pada jarak sekitar 33 kilometer arah timur laut dari pusat Kota Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Karena pusat guncangan berada di darat dan tergolong sebagai gempa bumi dangkal, dampak getarannya terasa cukup nyata oleh masyarakat yang berada di pemukiman sekitar wilayah episenter.
Meskipun gempa ini berpusat di daratan dan sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat setempat, BMKG memberikan kepastian tegas bahwa fenomena tektonik ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Karakteristik pergeseran batuan pada kedalaman 10 km ini murni merupakan aktivitas tektonik lokal yang getarannya terdispersi di wilayah daratan Flores dan sekitarnya, sehingga tidak memicu pergerakan vertikal air laut yang ekstrem.
Sampai berita ini diturunkan, tim BMKG bersama instansi terkait terus mengamati dan memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah NTT untuk mengantisipasi potensi munculnya gempa bumi susulan (aftershock). Pihak berwenang mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta selektif dalam menerima informasi dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, warga yang berada di area terdampak juga disarankan untuk senantiasa mewaspadai kondisi fisik bangunan tempat tinggal masing-masing. Masyarakat dianjurkan memeriksa struktur dinding dan fondasi rumah guna memastikan tidak ada kerusakan fatal atau retakan berbahaya sebelum memutuskan untuk beraktivitas kembali di dalam ruangan secara normal. (sa/rjb)