129 Rumah Adat di Desa Sade Hangus Terbakar, Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Dilansir.id, Lombok — Kebakaran hebat melanda kawasan cagar budaya dan destinasi wisata populer Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa tragis ini mengakibatkan sedikitnya 129 rumah adat milik warga Suku Sasak ludes terbakar dan rata dengan tanah. (19/08/2026)
Berdasarkan keterangan saksi mata, kobaran api mulai terlihat pada siang hari dari salah satu atap rumah warga. Angin kencang yang berembus di kawasan tersebut, dipadukan dengan material bangunan rumah adat Sade yang mayoritas terbuat dari kayu, bambu, serta atap alang-alang yang kering, membuat si jago merah menyebar dengan sangat cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
“Api cepat sekali membesar karena atap rumah kami semuanya dari alang-alang kering. Dalam hitungan menit, api sudah melompat ke rumah-rumah di sekitarnya,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Lombok Tengah bersama jajaran TNI, Polri, dan dibantu oleh ratusan warga lokal bahu-membahu berupaya memadamkan kobaran api serta mencegah rambatan yang lebih luas.
Kepala Dinas Damkar Lombok Tengah membenarkan besarnya skala kebakaran tersebut dan menjelaskan kendala utama yang dihadapi timnya di lapangan.
“Kami mengerahkan seluruh armada yang ada ke lokasi begitu menerima laporan. Namun, tantangan terbesar kami adalah struktur pemukiman adat yang sangat rapat dengan gang-gang sempit, sehingga kendaraan pemadam sulit mendekat langsung ke titik inti api. Material atap alang-alang yang sangat kering serta angin kencang juga memicu api menyebar dengan sangat agresif,” tegas perwakilan Pemadam Kebakaran Lombok Tengah.
Setelah berjuang keras selama beberapa jam dengan mengulur selang panjang masuk ke dalam area permukiman, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api menyala kembali.
Pemerintah daerah setempat bersama pihak kepolisian saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti yang memicu timbulnya api. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini, tetapi kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya bangunan adat bersejarah serta barang-barang kerajinan khas Sasak yang ikut hangus.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah mendirikan posko darurat, dapur umum, serta tempat pengungsian sementara untuk menampung ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan berupa tenda darurat, selimut, pakaian, dan bahan makanan pokok mulai disalurkan ke lokasi bencana. (sa/rjb)