dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Insan Budi Utomo Malang
Pendidikan

Mahasiswa PBSI UIBU Malang Observasi Jejak Sejarah dan Budaya di Situs Petirtaan Ngawonggo

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
October 10, 2026
0 Comments

MALANG – Mahasiswa semester VII angkatan 2023 kelas A Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang, melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) melalui kegiatan observasi jejak sejarah, budaya, tradisi, dan kearifan lokal di Situs Petirtaan Ngawonggo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penugasan mata kuliah Sastra Pariwisata. Sebelum menuju lokasi, mahasiswa mendapat arahan dari dosen pengampu mengenai kegiatan observasi yang akan dilakukan.

Setibanya di lokasi, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai keunikan dan aturan yang berkaitan dengan nilai budaya serta kesakralan Situs Petirtaan Ngawonggo. Salah satunya adalah ketentuan mengenakan pakaian adat Jawa ketika memasuki area tertentu di situs tersebut.

Sebelum memasuki kawasan yang dianggap sakral, mahasiswa juga mendapat arahan dari pemandu situs. Pengunjung diimbau untuk tidak menggunakan alas kaki, tidak bercanda secara berlebihan, serta tidak mengambil atau menyentuh sejumlah benda yang dianggap memiliki nilai sakral.

Berbagai aturan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, lokasi tersebut juga dikaitkan dengan tokoh sejarah Ken Arok sebelum menjadi raja.

Informasi Sejarah Situs Patirtaan Ngawonggo
Informasi Sejarah Situs Patirtaan Ngawonggo

Salah satu bagian yang dianggap sakral adalah sumber air jernih yang hingga kini digunakan dalam kegiatan tertentu, termasuk pada peringatan malam Suro.

Selain mempelajari sejarah dan budaya, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman mengenal tradisi kuliner masyarakat setempat. Mereka dijamu dengan jamu herbal yang dibuat dari berbagai rempah serta jajanan tradisional seperti apem, pisang goreng, dan makanan ringan khas lainnya.

Pada pukul 12.00 WIB, mahasiswa dipersilakan menikmati hidangan berbahan protein nabati yang disajikan di kawasan Petirtaan Ngawonggo.

Salah seorang mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Yeni Ratna Sari, mengatakan kunjungan ke Ngawonggo memberikan pengalaman untuk melihat secara langsung budaya yang masih dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

“Apabila ingin mempelajari budaya yang tidak akan tergeser oleh perkembangan zaman, datanglah ke Ngawonggo. Budaya yang dijaga sehingga tidak tersentuh oleh modernisasi zaman, khususnya budaya kebaratan,” ujar Yeni.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Sastra Pariwisata, Dr. Susandi, M.Pd., mengatakan pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Menurutnya, kunjungan akademik ke Petirtaan Ngawonggo menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari sejarah, budaya, tradisi, dan kearifan lokal secara langsung.

“Pembelajaran Mata Kuliah Sastra Pariwisata tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kunjungan akademik ke Petirtaan Ngawonggo, Malang, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari jejak sejarah, budaya, tradisi, dan kearifan lokal,” kata Susandi.

Ia menambahkan, destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat untuk dikunjungi, tetapi juga menyimpan cerita, identitas, memori, dan nilai budaya yang dapat dipelajari serta dinarasikan melalui perspektif sastra.

Melalui observasi lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dalam mengamati, menginterpretasi, mendokumentasikan, dan mengonstruksi narasi wisata berbasis budaya lokal.

“Karena sastra tidak hanya dibaca di dalam buku. Sastra juga dapat ditemukan dalam ruang, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (ags/red)

Tags:

Fakultas Sosial dan HumanioraMahasiswa PBSI UIBU MalangObservasi Jejak Sejarah dan BudayaPendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaSitus Petirtaan NgawonggoUIBU MalangUniversitas Insan Budi Utomo

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
Redaksi Dilansir.id
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
Redaksi Dilansir.id
Kolaborasi MI Al Fattah Darussalam dan MINU Sumberpasir Malang, Perkuat Sinergi Pendidikan di Hari Santri 2026
Redaksi Dilansir.id
Lintas Gunung Kangayan, Sang Raja Bertahan Datang dengan Modal Juara Ganda
Redaksi Dilansir.id
IJPTI Resmi Berbadan Hukum, Matnadir Siapkan Audiensi dengan Pemangku Wilayah Malang Raya
Redaksi Dilansir.id
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Insan Budi Utomo Malang
Mahasiswa PBSI UIBU Malang Observasi Jejak Sejarah dan Budaya di Situs Petirtaan Ngawonggo
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Insan Budi Utomo Malang
Pendidikan
Mahasiswa PBSI UIBU Malang Observasi Jejak Sejarah dan Budaya di Situs Petirtaan Ngawonggo
Redaksi Dilansir.id
October 10, 2026
Pendidikan
Setiap Motif Memiliki Cerita, Mahasiswa PPG UMM dan LKS Anak Bangsa Hadirkan Totebag Karya Penyandang Disabilitas
Redaksi Dilansir.id
October 3, 2026
Pendidikan
Mahasiswa UTM Kenalkan Inovasi Es Krim Mochi Jagung kepada Anak TK Dharma Wanita Persatuan 01 Keleyan
Redaksi Dilansir.id
September 22, 2026
Pendidikan
Resensi Buku: Mengeksplorasi dan Mengidentifikasi serta Menilai Teori Belajar dan Pembelajaran dari Mufti Nawang Prastiko
Redaksi Dilansir.id
September 20, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
October 28, 2026
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
October 25, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran