Aliansi Masyarakat Peduli Kepulauan Kangean Gelar Halal Bihalal, Perkokoh Perjuangan Melawan PT KEI
Dilansir.id, Sumenep – Penolokan tambang dan perlawanan terhadap PT Kangean Energy Indonesia atau PT KEI oleh masyarakat Kangean kembali menggema pada perhelatan balalbihalal yang diadakan oleh aliansi masyarakat peduli kepulauan Kangean. Rabu, (15/04/2026).
Miftahul Anam, juru bicara aliansi masyarakat peduli kepulauan Kangean menegaskan bahwa akan terus melawan proyek migas yang dinilai akan mengancam ruang hidup masyarakat kangean. Menurutnya proyek migas akan membawa dampak buruk bagi masyarakat Kangean yang mayoritas adalah nelayan dan petani.
“selama PT KEI berencana akan mengeksploitasi SDA pulau Kangean, kita akan terus hadir melawan dan akan berlipat ganda. kami akan terus mempertahankan sumber daya alam yang akan di eksploitasi oleh PT KEI, karena masyarakat kami bergantung pada pertanian dan nelayan, sementara proyek minyak dan gas ini jelas akan merusak lingkungan serta akan menurunkan hasil pendapatan pertanian dan nelayan.” Ujar Miftahul Anam, juru bicara aliansi masyarakat peduli kepulauan Kangean.
Selain itu, Miftahul Anam juga mengkritik kebijakan pemerintah kabupaten Sumenep yang dinilai abai terhadap potensi lokal di pulau Kangean, karena mendorong ekploitasi migas yang desktruktif terhadap ekosistem.
“kalau pemerintah betul ingin memajukan pulau Kangean, kenapa pemerintah kabupaten Sumenep tidak fokus saja dalam pengembangan pertanian dan nelayannya, bukan malah mendorong eksploitasi migas yang jelas akan menghancurkan ekosistem petani dan laut kita.” Tutur Miftahul Anam lebih lanjut.
Senada dengan penolakan itu, Mahmud salah seorang tokoh di pulau Kangean megungkapkan adanya trauma kolektif masyarakat atas ekploitasi yang terjadi di pulau Pagerungan yang selama 32 tahun belum memberikan dampak baik bagi masyarakat lokal.
“rencana ekploitasi migas di pulau Kangean akan terus kita lawan, karena kita sudah trauma melihat pegerungan di eksploitasi selama 32 tahun, tapi masih belum ada perkembangan dan kemajuan.” Tutur Mahmud.
Selain itu, KHR Ainul Yakin atau akrab di panggil lora Yakin juga mondorong untuk terus menyuarakan penolakan tambang migas.
“perjuangan menolak tambang migas di pulau kangean harus terus kita suarakan serta saling mendoakan agar kita selalu dalam lindungan Allah SWT.” Pungkas lora yakin. (MAH/BSR)