Pasca Gempa Flores Timur, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Bangun Pengungsian Mandiri
Dilansir.id, Flores Timur – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/4/2026), berdampak luas terhadap permukiman warga di sejumlah wilayah.
Hingga Jumat (10/4/2026), dampak gempa tercatat meluas ke lima desa. Warga di sejumlah lokasi terdampak memilih mengungsi secara mandiri dengan mendirikan tenda di sekitar rumah maupun berpindah ke tempat yang lebih aman, guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Di Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur, masyarakat tampak membangun pengungsian sementara di depan rumah masing-masing. Kondisi di wilayah tersebut dilaporkan mulai kondusif, meski kewaspadaan tetap dijaga.
“Iya, saat ini di kampung kami keadaannya sudah cukup kondusif, namun masyarakat lebih memilih jaga-jaga untuk mengantisipasi adanya gempa susulan,” ungkap Abi warga Desa Labelen.
Adapun lima desa yang terdampak meliputi Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawataa, dan Karing Lamalouk di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, serta Desa Motonwutun di Kecamatan Solor Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut total kerusakan mencapai ratusan unit rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
“Sebanyak 215 unit rumah warga yang ada di lima desa tersebut alami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Rincian kerusakan meliputi 134 rumah dan dua fasilitas umum di Desa Terong, 70 rumah dan empat fasilitas umum di Desa Lamahala Jaya, enam rumah di Desa Dawataa, satu rumah di Desa Karing Lamalouk, serta empat rumah dan dua fasilitas umum di Desa Motonwutun.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga berdampak pada sekitar 1.100 warga yang terdampak langsung, terdiri dari 670 jiwa di Desa Terong dan 430 jiwa di Desa Lamahala Jaya.
“Peristiwa itu membuat sedikitnya 1.100 jiwa warga yang terbagi di Desa Terong 670 jiwa dan Desa Lamahala Jaya 430 jiwa,” ujar Abdul Muhari.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya bertahan di sekitar permukiman dengan membangun tenda darurat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah melakukan langkah tanggap darurat. Sejak siang hari, tim BPBD telah berada di Pulau Adonara untuk menyalurkan bantuan logistik dan peralatan dari Kota Larantuka kepada warga terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Flores Timur dan sekitarnya. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (Rjb)