Berurai Air Mata, KKN Unikama Gelar Kelas Anti Bullying di SDN 1 Sukodadi dan TPQ Raudhatul Ulum
Dilansir.id, Malang – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar program Kelas Anti Bullying bagi siswa SDN 1 Sukodadi dan santri TPQ Raudhatul Ulum sebagai upaya menekan perilaku perundungan di lingkungan pendidikan. Kegiatan itu diwarnai suasana haru ketika sejumlah peserta hingga mahasiswa KKN menitikkan air mata saat mengikuti sesi pemutaran film edukasi tentang bullying di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sabtu, (15/08/26).
Program yang diikuti siswa kelas VI SDN 1 Sukodadi dan sekitar 70 santri TPQ Raudhatul Ulum tersebut diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, serta dampaknya bagi korban.
Selanjutnya peserta diajak menyaksikan film edukatif bertema anti perundungan. Suasana menjadi emosional ketika film diputar. Beberapa siswa terlihat berkaca-kaca hingga menangis karena merasa tersentuh dengan kisah yang ditampilkan. Bahkan sejumlah mahasiswa KKN yang mendampingi kegiatan juga tampak larut dalam suasana haru.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi, di mana peserta diminta menuliskan pesan singkat mengenai pengalaman atau bentuk perilaku bullying yang selama ini mereka rasakan maupun saksikan di lingkungan sekitar.

Koordinator KKN Desa Sukodadi, Baihaqi, mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun TPQ sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kegiatan ini sangat didukung oleh pihak sekolah dan TPQ. Bahkan kami tidak perlu repot menyediakan proyektor dan perlengkapan lainnya karena semuanya sudah disiapkan,” ujar Baihaqi.
Menurutnya, program Kelas Anti Bullying lahir dari hasil analisis sosial yang dilakukan mahasiswa KKN terhadap kondisi lingkungan pendidikan di Desa Sukodadi.
“Program ini bukan hanya program seremonial biasa, tetapi upaya kami untuk menjawab persoalan bullying yang selama ini sering terjadi di lingkungan pendidikan. Program ini berangkat dari analisis sosial yang kami lakukan dan diperkuat dengan informasi dari pihak sekolah maupun TPQ,” katanya.
Baihaqi menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya perundungan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Harapan kami, program ini mampu menekan bahkan menghilangkan segala bentuk perilaku bullying yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di Desa Sukodadi,” tegasnya.
Melalui pendekatan edukatif yang menyentuh sisi emosional peserta, mahasiswa KKN Unikama berharap pesan tentang pentingnya menghormati sesama dapat tertanam kuat dalam diri siswa dan santri. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas perundungan di wilayah Kabupaten Malang. (MAH)