HMI Cabang Malang Gelar Forum Demokrasi, Syukur Mandar Soroti Degradasi Fungsi Partai Politik
Dilansir.id, Malang – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Bidang Pembangunan Demokrasi Politik menggelar Forum Demokrasi bertajuk “Anak Muda Menggugat Partai Politik” di Bento Kopi UIN Malang, pada Jumat (28/08/26).
Kegiatan ini menghadirkan Presiden GO Indonesia, Dr. M. Syukur Mandar, sebagai narasumber. Diskusi dipantik oleh Wasekum Bidang Pembangunan Demokrasi Politik HMI Cabang Malang, Fahrur Rozi, serta dibuka oleh Sekretaris Umum, Kakanda Rifqi, yang mewakili Ketua Umum Mirdan Idham, sekaligus dimoderatori oleh Yadi Darmawan selaku Wasekum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP).
Dalam wawancara khusus usai mengisi forum, Dr. M. Syukur Mandar mengapresiasi keberanian dan daya kritis kader HMI Cabang Malang yang dinilainya memiliki pemahaman mendalam terkait degradasi fungsi partai politik saat ini.
“Pertama saya bangga, teman-teman HMI punya bacaan yang kompleks terhadap partai sebagai instrumen demokrasi yang sudah beralih fungsi menjadi instrumen kekuasaan,” ujar Syukur Mandar.
Menurutnya, pergeseran fungsi tersebut menjadi alasan utama munculnya sikap skeptis di kalangan generasi muda. Anak muda kini enggan masuk ke ranah politik praktis karena enggan sekadar dijadikan alat untuk mengantarkan figur tertentu menuju kursi kekuasaan, terlebih dengan maraknya praktik nepotisme (orang dalam), politik uang, dan politik koneksi.
Syukur Mandar menegaskan bahwa anak muda pada dasarnya menghendaki iklim politik yang adil dan beretika (political wisdom). Untuk mengembalikan kepercayaan tersebut, ia mendesak perlunya revolusi sistem kepartaian secara mendasar.
“Perbaikannya harus serius, tidak mudah membongkar tradisi busuk di partai. Partai harus transparan, inklusif, dan punya proses rekrutmen yang akuntabel. Kembalikan fungsi partai sebagai edukator politik, edukator sosial, dan peserta pemilu. Tanpa revolusi sistemik ini, anak muda tidak akan pernah tertarik berpartai,” tegasnya.
Selain menyoroti krisis di tubuh partai politik, Syukur Mandar juga menyinggung ancaman fragmentasi di tubuh gerakan mahasiswa akibat kooptasi kepentingan kelompok. Ia mendorong kader HMI untuk merawat independensi dan keteguhan prinsip dalam jangka panjang.
“Adik-adik HMI di Malang harus menjaga orisinalitas pikiran dan independensinya. Jangan sampai terkooptasi. Nilai atau value kalian akan mahal jika kalian punya integritas, knowledge, akhlak, dan konsistensi dalam perjuangan,” tutupnya.
Presiden GO Indonesia tersebut menekankan bahwa nilai serta kualitas kader HMI akan senantiasa tinggi apabila mereka mampu mempertahankan integritas, wawasan, akhlak, dan konsistensi dalam garis perjuangan mereka. (sa/red)