Musker I GP Ansor Kabupaten Malang, Perkuat Kaderisasi dan Sinergi dengan Pemkab Dukung Pembangunan Daerah
Malang, Dilansir.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Kerja (Musker) I di Grand Kanjuruhan Hotel, Sabtu (25/7/2026). Forum tahunan tersebut menjadi agenda strategis untuk menyusun program kerja organisasi, memperkuat kaderisasi, serta mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung pembangunan daerah.
Musker I dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ir. H. Kholik, M.A.P., jajaran pengurus GP Ansor dan Banser, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengatakan GP Ansor memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan generasi muda. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Malang berencana melibatkan GP Ansor dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya budidaya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kapasitas organisasi, mengingat Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang juga aktif di bidang pertanian.
“Ke depan kami ingin mengajak GP Ansor bergabung bersama pemerintah dalam pengembangan budidaya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai,” ujar Budiar.
Menurutnya, peningkatan produksi komoditas pangan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang Fatkhurrozi atau Gus Rozi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan Musker I, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara optimal.
Gus Rozi menegaskan Musker bukan hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen GP Ansor untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Polres Malang, Kodim 0818/Malang-Batu, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, GP Ansor sebagai organisasi kader memiliki fokus pada penguatan proses kaderisasi sekaligus distribusi kader ke berbagai bidang pengabdian, seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, politik, hingga sektor lain yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami organisasi kader. Fokus kami tidak hanya kaderisasi, tetapi juga distribusi kader agar mampu berkiprah di berbagai sektor,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang selama ini telah membuka ruang bagi kader-kader Ansor untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan, mulai dari sektor pertanian, pelatihan pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami tidak mungkin mengambil semua program pemerintah, tetapi siap berkontribusi pada sektor yang sesuai dengan kapasitas organisasi. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Rozi berharap kepengurusan GP Ansor periode saat ini mampu membangun sistem organisasi yang berkelanjutan sehingga dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
“Saya ingin mewariskan sistem organisasi yang baik dan berkelanjutan, bukan mewariskan konflik,” tegasnya.
Ia juga menilai tantangan organisasi kepemudaan saat ini adalah bagaimana menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, GP Ansor terus mengembangkan kaderisasi formal melalui pendidikan dan pelatihan organisasi, serta kaderisasi informal melalui kerja sama dengan berbagai pihak di bidang kesehatan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan keterampilan.
Menurut Gus Rozi, dukungan terbesar pemerintah bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, melainkan kesempatan bagi kader Ansor untuk terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan daerah.
Terkait jumlah anggota, GP Ansor Kabupaten Malang masih melakukan pendataan ulang. Namun berdasarkan tingkat partisipasi dalam sejumlah kegiatan besar, jumlah kader aktif diperkirakan mencapai lebih dari 10 ribu orang yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Malang.
Melalui Musker I ini, GP Ansor Kabupaten Malang juga melakukan evaluasi program sekaligus menyusun agenda kerja tahunan. Hasil forum tersebut diharapkan semakin memperkuat peran organisasi sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan. (Red)