Wujudkan Sekolah Hijau dan Sehat, Mahasiswa PMT UNITRI Gelar Program Penghijauan dan Pengelolaan Sampah di SDN 4 Bedalisodo
Dilansir.id, Malang — Mahasiswa Kelompok 4 R.A. Kartini Program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) merampungkan dua program unggulan di SDN 4 Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian yang berfokus pada penghijauan lahan ketahanan pangan serta gerakan edukasi pemilahan sampah tersebut resmi berakhir pada pertengahan Agustus 2026.
Program penghijauan diawali dengan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah yang diubah menjadi kebun ketahanan pangan. Setelah melewati tahap koordinasi dan pembersihan lahan pada awal Juli, para mahasiswa bersama para guru dan siswa menanam belasan jenis tanaman holtikultura dan rempah, seperti kangkung, cabai, tomat, pakcoy, hingga jahe dan kunyit pada Kamis (16/7/2026). Kebun ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual sekaligus sarana pembentukan karakter disiplin siswa melalui jadwal piket perawatan tanaman rutin.
Selain ketahanan pangan, mahasiswa PMT Unitri turut membenahi sistem pengelolaan sampah sekolah. Mahasiswa menata tempat sampah berdasarkan empat kategori (organik, anorganik, B3, dan kertas) di sekitar area gedung kelas, yang dilanjutkan dengan sosialisasi pemilahan sampah kepada seluruh peserta didik. Pada Kamis (13/8/2026), mahasiswa juga memasang plang edukasi pengelolaan sampah di luar area sekolah usai berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua Kelompok 4 R.A. Kartini, Anskarius Ugis, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang secara terpadu untuk membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan bagi warga sekolah.
“Program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran warga sekolah dalam mengelola lingkungan. Melalui kebun sekolah dan pemilahan sampah, kami berharap peserta didik memperoleh pengalaman nyata untuk menjaga lingkungan serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara bertanggung jawab,” kata Anskarius saat menyampaikan keterangan tertulisnya.

Inisiatif tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 4 Bedalisodo, Jayadi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi nyata yang diberikan oleh para mahasiswa selama masa pengabdian.
“Keberadaan mahasiswa Unitri sangat membantu pelaksanaan sejumlah kegiatan, mulai dari MPLS, Perjusa, PBB, pemilahan sampah, penanaman sayur, hingga sosialisasi sampah. Tanpa keterlibatan mahasiswa Unitri, kegiatan-kegiatan tersebut tidak akan dapat terlaksana secara maksimal mengingat keterbatasan tenaga yang dimiliki sekolah,” ujar Jayadi saat diwawancarai pada Kamis (20/8/2026).
Jayadi menambahkan bahwa program penanaman sayur tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keasrian lingkungan, melainkan juga terintegrasi dengan pembelajaran numerasi dan literasi di sekolah.
“Di bidang numerasi, kegiatan penanaman sayur-sayuran turut menjadi sarana pembelajaran praktis bagi siswa, karena hasil panen nantinya akan dijual sehingga peserta didik dapat belajar numerasi melalui proses penjualan tersebut. Sementara di bidang literasi, mahasiswa turut membantu pengelolaan pojok baca sekolah,” tutur Jayadi.
Pihak SDN 4 Bedalisodo berkomitmen untuk terus melanjutkan program perawatan kebun ketahanan pangan serta pemilahan sampah yang telah dirintis oleh mahasiswa PMT Unitri demi menjaga keberlanjutan lingkungan sekolah yang bersih, produktif, dan sehat. (rjb/red)