Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Bertambah, 1.059 Orang Meninggal dan 192 Korban Masih Dicari
Dilansir.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera. Hingga Kamis, 18 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia kembali mengalami kenaikan.
Bencana hidrometeorologi tersebut menerjang tiga provinsi di pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan laporan BNPB per 18 Desember 2025 pukul 06.20 WIB, total korban jiwa mencapai 1.059 orang. Angka tersebut bertambah sembilan orang dibandingkan data sehari sebelumnya.
BNPB menyebut jumlah korban masih berpotensi meningkat. Pasalnya, hingga kini terdapat 192 orang yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan meski penanganan bencana telah berlangsung lebih dari tiga pekan. Selain korban meninggal dan hilang, BNPB juga mencatat lebih dari 7.000 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak. Sebanyak 451 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Selain itu, sekitar 4,3 ribu warga Aceh dilaporkan mengalami luka-luka.
Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 364 orang, dengan sekitar 2,3 ribu warga lainnya mengalami luka-luka. Sementara di Sumatera Barat, BNPB melaporkan 244 orang meninggal dunia dan 382 warga mengalami luka-luka.

Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat sebanyak 147.236 rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan. Tak hanya permukiman warga, ribuan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, fasilitas kesehatan, hingga rumah ibadah di tiga provinsi terdampak juga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan longsor.
Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara sekaligus hunian tetap bagi para korban terdampak bencana di Sumatera. Ia mengungkapkan telah menerima laporan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terkait rencana pembangunan 2.000 unit rumah yang akan dimulai pada Minggu, 21 Desember 2025.
“Kemungkinan rumah ini bisa langsung aja jadi rumah tetap,” kata Prabowo saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 15 Desember 2025.
Prabowo menegaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan hunian tersebut. Menurutnya, ketersediaan anggaran dimungkinkan berkat kebijakan efisiensi belanja negara yang dilakukan di awal masa pemerintahannya.
“Kami menghemat ratusan triliun,” ujarnya.
Selain pembangunan hunian, Presiden juga berencana membentuk badan atau satuan tugas (Satgas) khusus untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Ia memastikan penanganan bencana sejauh ini masih berada dalam kendali pemerintah.
“Kami sudah kerahkan untuk penanganan. Ini tiga provinsi dari total 38 provinsi, jadi situasi terkendali. Saya monitor terus,” kata Prabowo.