AS dan Iran Dijadwalkan Gelar Perundingan Nuklir di Oman, Upaya Redam Ketegangan Terbaru
Dilansir.id – Amerika Serikat dan Iran yang kembali berada dalam situasi tegang disebut tengah menyiapkan upaya baru untuk menurunkan eskalasi terkait program nuklir Teheran. Pembicaraan mengenai isu nuklir antara kedua negara diperkirakan akan berlangsung di Oman dalam waktu dekat.
Informasi tersebut disampaikan koresponden Axios, Barak Ravid, melalui platform media sosial X. Ia menyebut pertemuan direncanakan berlangsung pada Jumat di Oman.
“Perundingan nuklir antara AS dan Iran diperkirakan akan berlangsung di Oman pada hari Jumat,” tulis Barak Ravid.
Ravid menyebutkan, hingga saat ini masih terjadi pembahasan mengenai format pertemuan yang akan digelar. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kemungkinan keterlibatan sejumlah negara Arab dan Muslim dari kawasan Timur Tengah.
“Negosiasi masih berlangsung mengenai apakah negara-negara Arab dan Muslim dari kawasan tersebut akan bergabung dalam pembicaraan di Oman,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak terkait. Gedung Putih, otoritas Oman di Muscat, maupun pemerintah Iran di Teheran belum memberikan pernyataan terbuka mengenai rencana pertemuan tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa negara kawasan diperkirakan akan dilibatkan dalam dialog tersebut. Keterlibatan negara regional dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan apabila kesepakatan dapat dicapai.
Di sisi lain, Iran dikabarkan memiliki pandangan berbeda terkait mekanisme perundingan. Axios melaporkan bahwa Teheran mendorong agar pembicaraan dilakukan secara langsung antara Iran dan Amerika Serikat tanpa melibatkan pihak perantara tambahan.
Perbedaan pendekatan tersebut menjadi salah satu aspek yang masih dinegosiasikan menjelang rencana pertemuan. Format dialog dinilai akan sangat memengaruhi arah serta efektivitas pembahasan program nuklir ke depan.
Laporan tersebut juga mengungkap dinamika kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut memutuskan untuk menunda opsi penggunaan kekuatan militer terhadap Teheran.
Keputusan penundaan tersebut dikabarkan diambil setelah adanya tekanan dari sejumlah negara kawasan. Negara-negara tersebut khawatir langkah militer dapat memicu respons agresif dari Iran dan memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah.
Penundaan opsi militer dinilai membuka ruang lebih luas bagi jalur diplomasi. Rencana perundingan di Oman dipandang sebagai forum kompromi yang relatif netral bagi kedua pihak.
Oman selama ini dikenal memiliki peran sebagai mediator diplomatik dalam berbagai isu sensitif di kawasan Timur Tengah. Negara tersebut kerap menjadi lokasi pertemuan tertutup antara pihak-pihak yang memiliki hubungan diplomatik tegang.
Apabila pertemuan tersebut terealisasi, dialog ini berpotensi menjadi momentum penting dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran. Hasil perundingan dinilai akan berdampak pada arah kebijakan nuklir Iran serta stabilitas geopolitik.
Namun, tanpa adanya pernyataan resmi dan dengan format perundingan yang masih dalam pembahasan, kepastian pelaksanaan dialog di Oman masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Komunitas internasional kini menanti langkah konkret dari kedua negara. (Rjb)