dilansir.id
September 10, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
September 10, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Opini

Jarak Antara Ucapan dan Komitmen: Potret Relasi Bupati Situbondo dengan NU

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
February 9, 2026
0 Comments

Dilansir.id, Opini – Cinta, kata orang, selalu mudah diucapkan. Tapi justru di situlah ujian terberatnya: apakah ia berhenti di bibir, atau turun menjadi laku. Sebab dalam dunia yang penuh pencitraan, pernyataan cinta seringkali terdengar lantang, namun sepi dari kesungguhan.

Hal inilah yang mengemuka ketika kita menyoal relasi Bupati Situbondo dengan Nahdlatul Ulama. Di berbagai forum, pernyataan dukungan kepada NU terdengar tegas. Bahkan, pernah disampaikan dengan penuh semangat kesiapan Situbondo menjadi tuan rumah Muktamar NU. Sebuah pernyataan besar, yang semestinya lahir dari komitmen besar pula. Sayangnya, waktu justru memperlihatkan cerita yang berbeda.

Undangan demi undangan dari PCNU Situbondo tak pernah benar-benar dijawab dengan kehadiran. Ketidakhadiran yang berulang ini perlahan berbicara lebih jujur daripada pidato yang panjang. Sebab dalam relasi sosial, hadir adalah bahasa paling elementer dari kepedulian. Tanpa kehadiran, cinta mudah berubah menjadi sekadar slogan.

Di ranah kebijakan, situasinya tak jauh berbeda. Dana hibah untuk pesantren NU mulai dikurangi. Lebih dari itu, bantuan khusus untuk PCNU Situbondo bahkan dihapus sama sekali. Padahal, dalam tradisi NU, pesantren dan jam’iyah bukan sekadar institusi, melainkan pusat peradaban, tempat nilai, ilmu, dan akhlak dirawat. Ketika dukungan anggaran dipangkas, yang terluka bukan hanya lembaga, tetapi juga harapan banyak orang.

Ironisnya, dalam berbagai pengambilan kebijakan sosial-keagamaan, NU justru sering tidak diajak duduk bersama. Sebuah ironi di daerah yang denyut keagamaannya begitu lekat dengan tradisi nahdliyyin. Organisasi sebesar NU, dengan jejaring pesantren dan basis sosial yang luas, semestinya menjadi mitra strategis, bukan sekadar pelengkap seremoni.

Bahkan di sektor kesehatan, dukungan kepada rumah sakit milik NU pun terasa amat minim. Padahal, di sanalah wajah pelayanan sosial NU tampil paling konkret: melayani yang lemah, merawat yang sakit, dan menyapa mereka yang tak punya pilihan.

Dari sini, jarak antara kata dan perbuatan terasa semakin menganga. Cinta yang diumumkan dengan lantang ternyata belum menjelma menjadi kebijakan yang berpihak. Komitmen yang diikrarkan belum benar-benar turun menjadi tindakan yang dirasakan.

Padahal, warga NU tidak menuntut berlebihan. Mereka hanya berharap satu hal sederhana: kejujuran. Jika memang mencinta, buktikan dengan hadir, dengan melibatkan, dengan mendukung. Sebab cinta, dalam tradisi etika para kiai, bukan soal retorika, melainkan khidmah.

Pada akhirnya, kepercayaan tidak dibangun dari baliho dan pidato, tetapi dari konsistensi. Dari kesetiaan merawat janji. Dari keberanian menjadikan kata sebagai perbuatan.

Penulis: Ghozi Zainuddin S.Ag
(Ketua JASMINU Situbondo / Ketua DPD PAN Situbondo)
___________________________

• Artikel opini ini sepenuhnya merefleksikan pandangan dan tanggung jawab pribadi penulis, serta tidak mewakili sikap maupun kebijakan redaksi Dilansir.id
• Rubrik Opini Dilansir.id terbuka bagi khalayak umum. Panjang tulisan minimal antara 600 hingga 1.000 kata, dilengkapi dengan biografi singkat penulis, foto diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
• Naskah opini dapat dikirimkan melalui: mediadilansir@gmail.com.
• Pihak redaksi memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kelayakan pemuatan naskah opini yang masuk.

Tags:

Bupati SitubondoNahdlatul UlamaNUPCNU Situbondo

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Isabab Korda Malang Matangkan Haul Masyayikh, Polresta Malang Kota Siapkan Pengamanan Lebih Dari 50 Personel
Redaksi Dilansir.id
Resmi Dilantik, HMI Cabang Kabupaten Malang Tegaskan Komitmen Cetak Kader Intelektual dan Profesional
Redaksi Dilansir.id
SMPI Mathla’un Najah Tampilkan Tari Saman dalam Madura Culture Festival 2026
Redaksi Dilansir.id
HMB UIN Malang Gelar Seminar Kedaerahan, Bahas Identitas Mbojo di Era Digital
Redaksi Dilansir.id
Mahasiswa UTM Kembangkan VACSAFE, Alat Pendingin Makanan untuk Dukung Keamanan Program MBG
Redaksi Dilansir.id
Solidaritas Alumni UNITRI, IKABHUWANA Salurkan Donasi ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Opini
Dari Paket ke Jam’iyah, Muktamar NU dan Ujian Kedewasaan Berorganisasi
Redaksi Dilansir.id
August 31, 2026
Daerah
HMI Cabang Malang Kecam Pernyataan Cak Imin soal NU dan Alumni HMI
Redaksi Dilansir.id
August 30, 2026
Yusril Toatubun
Opini
Rekonfigurasi Peran Konstitusional: Menata Ulang Relasi Mahkamah Konstitusi dan DPR dalam Isu Pemilu Serentak
Redaksi Dilansir.id
August 23, 2026
Opini
Dari Jalanan untuk Kemanusiaan Mahasiswa Manggarai Timur Jangan Berhenti di Donasi
Redaksi Dilansir.id
August 20, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Isabab Korda Malang Matangkan Haul Masyayikh, Polresta Malang Kota Siapkan Pengamanan Lebih Dari 50 Personel
September 8, 2026
Resmi Dilantik, HMI Cabang Kabupaten Malang Tegaskan Komitmen Cetak Kader Intelektual dan Profesional
September 7, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran