dilansir.id
September 10, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
September 10, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Opini

Neo-Tradisionalisme

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
July 24, 2026
0 Comments

Dilansir.id, Opini – “Ketika suatu tradisi memperoleh legitimasi baru sehingga dianggap hampir tidak boleh dikritik, meskipun sebagian besar dan atau bahkan keseluruhan unsurnya bertentangan dengan nilai agama. Maka itu berarti orientalis telah sukses menjalankan misi Neo-Tradisionalisme”

Dulu, peradaban Islam dibangun oleh tradisi keilmuan yang menempatkan wahyu sebagai standar tertinggi. Tradisi dihormati, tetapi tidak disakralkan. Pikiran yang cerdas mampu menundukkan tradisi; menguji setiap kebiasaan dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan pertimbangan akal yang sehat. Apa yang selaras dipertahankan, sementara yang menyimpang ditinggalkan.

Hari ini, kita menyaksikan gejala yang berbeda. Neo-tradisionalisme muncul dengan wajah yang lebih halus. Ia tidak selalu mengajak manusia meninggalkan agama secara terang-terangan, tetapi berusaha menjadikan tradisi sebagai penentu cara agama dipahami dan dijalankan. Akibatnya, agama sering kali dipaksa menyesuaikan diri dengan budaya, bukan budaya yang dikoreksi oleh agama.

Fenomena sound horeg dapat dijadikan salah satu contoh untuk melihat bagaimana sebuah budaya populer dapat memperoleh legitimasi sosial yang sangat kuat. Ketika praktik tersebut memunculkan unsur yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat-seperti mengganggu ketenteraman masyarakat, memicu kemaksiatan, atau melahirkan pemborosan dan perilaku berlebihan-kritik terhadapnya sering kali dianggap sebagai serangan terhadap budaya atau identitas masyarakat. Pada tahap inilah tradisi berpotensi ditempatkan lebih tinggi daripada pertimbangan agama.

Sebagian orientalis menyebut pendekatan seperti ini sebagai “the middle way”, sementara di kalangan kaum Muslim istilah al-wasaṭiyyah (الوسطية) sering dijadikan rujukan. Namun, al-wasaṭiyyah dalam Islam bukan berarti mengambil jalan tengah dengan mengompromikan prinsip-prinsip syariat demi memenuhi tuntutan budaya atau opini publik. Al-wasaṭiyyah adalah bersikap adil, seimbang, dan teguh di atas petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa sikap berlebihan maupun meremehkan ajaran agama.

Karena itu, umat Islam perlu membedakan antara menghargai tradisi dan mengultuskan tradisi. Tradisi yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat dapat dipelihara. Sebaliknya, tradisi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama harus berani dikritisi, sekalipun telah diterima luas oleh masyarakat.

Agama tidak diturunkan untuk mengikuti setiap perubahan budaya. Justru agama hadir sebagai petunjuk yang menilai, meluruskan, dan memimpin arah budaya. Jika tradisi telah menjadi hakim atas agama, maka yang tersisa bukan lagi kemurnian ajaran Islam, melainkan agama yang perlahan dibentuk oleh selera zaman, tekanan sosial, dan kepentingan manusia. Di sinilah umat dituntut untuk kembali menjadikan wahyu sebagai tolok ukur utama, bukan popularitas suatu tradisi.

Penulis: Usman Adhim, S.H.I
(Pemerhati Pendidikan)
___________________________

• Artikel opini ini sepenuhnya merefleksikan pandangan dan tanggung jawab pribadi penulis, serta tidak mewakili sikap maupun kebijakan redaksi Dilansir.id
• Rubrik Opini Dilansir.id terbuka bagi khalayak umum. Panjang tulisan minimal antara 600 hingga 1.000 kata, dilengkapi dengan biografi singkat penulis, foto diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
• Naskah opini dapat dikirimkan melalui: mediadilansir@gmail.com.
• Pihak redaksi memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kelayakan pemuatan naskah opini yang masuk.

Tags:

agamakaum MuslimNeo-Tradisionalismeperadaban IslamTradisi keilmuan

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Isabab Korda Malang Matangkan Haul Masyayikh, Polresta Malang Kota Siapkan Pengamanan Lebih Dari 50 Personel
Redaksi Dilansir.id
Resmi Dilantik, HMI Cabang Kabupaten Malang Tegaskan Komitmen Cetak Kader Intelektual dan Profesional
Redaksi Dilansir.id
SMPI Mathla’un Najah Tampilkan Tari Saman dalam Madura Culture Festival 2026
Redaksi Dilansir.id
HMB UIN Malang Gelar Seminar Kedaerahan, Bahas Identitas Mbojo di Era Digital
Redaksi Dilansir.id
Mahasiswa UTM Kembangkan VACSAFE, Alat Pendingin Makanan untuk Dukung Keamanan Program MBG
Redaksi Dilansir.id
Solidaritas Alumni UNITRI, IKABHUWANA Salurkan Donasi ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Opini
Dari Paket ke Jam’iyah, Muktamar NU dan Ujian Kedewasaan Berorganisasi
Redaksi Dilansir.id
August 31, 2026
Yusril Toatubun
Opini
Rekonfigurasi Peran Konstitusional: Menata Ulang Relasi Mahkamah Konstitusi dan DPR dalam Isu Pemilu Serentak
Redaksi Dilansir.id
August 23, 2026
Opini
Dari Jalanan untuk Kemanusiaan Mahasiswa Manggarai Timur Jangan Berhenti di Donasi
Redaksi Dilansir.id
August 20, 2026
Opini
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Redaksi Dilansir.id
August 18, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Isabab Korda Malang Matangkan Haul Masyayikh, Polresta Malang Kota Siapkan Pengamanan Lebih Dari 50 Personel
September 8, 2026
Resmi Dilantik, HMI Cabang Kabupaten Malang Tegaskan Komitmen Cetak Kader Intelektual dan Profesional
September 7, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran