dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Opini

Dari Jalanan untuk Kemanusiaan Mahasiswa Manggarai Timur Jangan Berhenti di Donasi

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
August 20, 2026
0 Comments

Dilansir.id, Opini – Bencana bukan hanya tentang rumah yang roboh, jalan yang terputus, atau harta benda yang hilang. Bencana adalah tentang kehidupan manusia yang tiba-tiba kehilangan kepastian. Karena itu, penanganannya tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Solidaritas harus menjadi pintu masuk menuju perjuangan yang lebih panjang: memastikan masyarakat benar-benar pulih dan kembali memiliki kehidupan yang layak.

Mahasiswa Manggarai Timur yang hari ini turun ke jalan menggalang donasi telah menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih hidup. Namun, tugas kita sebagai manusia-manusia terdidik tidak selesai ketika donasi terkumpul dan bantuan disalurkan. Justru setelah itu, perjuangan harus bergerak ke ruang yang lebih strategis: mengawal data, mengawasi distribusi bantuan, memastikan kebijakan berjalan, dan memperjuangkan hak masyarakat terdampak.

Kita harus berani bertanya: apakah seluruh korban telah terdata? Apakah bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan? Apakah proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan transparan? Apakah masyarakat dilibatkan dalam menentukan kebutuhan mereka sendiri? Dan yang paling penting, apakah pemulihan hari ini sekaligus menjadi langkah untuk mencegah korban yang sama di masa depan?

Karena itu, mahasiswa perlu membangun gerakan pengawalan pascabencana yang terorganisir. Dengan di mulai dari membuka kanal pengaduan masyarakat, membantu verifikasi data korban, melakukan pemantauan distribusi bantuan dari pusat, serta menyusun laporan publik mengenai perkembangan pemulihan adalah langkah konkret yang dapat dilakukan.

Mahasiswa juga harus mendorong pemerintah daerah agar pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemulihan harus mencakup pendidikan, kesehatan, air bersih, pangan, mata pencaharian, perlindungan kelompok rentan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat. Pembangunan kembali harus dilakukan dengan prinsip build back better: membangun kembali dengan lebih aman, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi risiko bencana berikutnya.

Inilah saatnya mahasiswa mengambil posisi sebagai social control, agent of advocacy, sekaligus mitra kritis masyarakat dan pemerintah. Kita tidak boleh menjadi kelompok yang hanya hadir ketika kamera menyala dan bantuan dibagikan. Kita harus hadir ketika data diverifikasi, ketika anggaran dibahas, ketika kebijakan dijalankan, dan ketika masyarakat menuntut haknya.

Manggarai Timur tidak membutuhkan mahasiswa yang hanya pandai mengkritik. Manggarai Timur membutuhkan mahasiswa yang hadir, bergerak, mengawal, dan berani memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat.

Mari kita kembali sadar akan fungsi kita sebagai manusia-manusia terdidik. Ilmu yang kita miliki tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pengetahuan harus turun menjadi keberpihakan. Keberpihakan harus berubah menjadi gerakan. Dan gerakan harus menghasilkan perubahan nyata.

Dari jalanan kita mulai solidaritas. Dari ruang-ruang kebijakan kita lanjutkan pengawalan. Dari masyarakat kita belajar keberanian. Dan bersama rakyat, kita pastikan Manggarai Timur kembali pulih dan bangkit.

Jangan hanya mengumpulkan donasi. Kawal sampai rakyat kembali berdiri!

Penulis: Taufik Hidayat 
(Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Manggarai Timur Jatim)
___________________________

• Artikel opini ini sepenuhnya merefleksikan pandangan dan tanggung jawab pribadi penulis, serta tidak mewakili sikap maupun kebijakan redaksi Dilansir.id
• Rubrik Opini Dilansir.id terbuka bagi khalayak umum. Panjang tulisan minimal antara 600 hingga 1.000 kata, dilengkapi dengan biografi singkat penulis, foto diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
• Naskah opini dapat dikirimkan melalui: mediadilansir@gmail.com.
• Pihak redaksi memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kelayakan pemuatan naskah opini yang masuk.

Tags:

Bencana alamGempa bumiManggarai TimurNTTNusa Tenggara TimurPray For Flores

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
Redaksi Dilansir.id
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
Redaksi Dilansir.id
Kolaborasi MI Al Fattah Darussalam dan MINU Sumberpasir Malang, Perkuat Sinergi Pendidikan di Hari Santri 2026
Redaksi Dilansir.id
Lintas Gunung Kangayan, Sang Raja Bertahan Datang dengan Modal Juara Ganda
Redaksi Dilansir.id
IJPTI Resmi Berbadan Hukum, Matnadir Siapkan Audiensi dengan Pemangku Wilayah Malang Raya
Redaksi Dilansir.id
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Insan Budi Utomo Malang
Mahasiswa PBSI UIBU Malang Observasi Jejak Sejarah dan Budaya di Situs Petirtaan Ngawonggo
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Oleh: Ach. Syaifur Rizal (Advokat/Konsultan Hukum)
Opini
Menagih Negara di Kepulauan Kangean: Antara Potensi Alam dan Anomali Pembangunan
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Oleh: Usman Adhim Hasan, S.H.I (Pemerhati & Pegiat Pendidikan)
Opini
Antara By Problem Dengan By Design System (Potret Pola Pengasuhan Santri di Lingkuang Pondok Pesantren)
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Penulis: Ghozi Zainuddin S.Ag (Ketua JASMINU Situbondo)
Opini
Pasca-Muktamar Jombang, Saatnya IKSASS Merebut Posisi Strategis di NU
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Daerah
Solidaritas Alumni UNITRI, IKABHUWANA Salurkan Donasi ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
Redaksi Dilansir.id
September 1, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
October 28, 2026
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
October 25, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran