dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Oleh: Usman Adhim Hasan, S.H.I (Pemerhati & Pegiat Pendidikan)
Opini

Antara By Problem Dengan By Design System (Potret Pola Pengasuhan Santri di Lingkuang Pondok Pesantren)

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
0 Comments

Dilansir.id, Opini – “Pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang sibuk memadamkan api, melainkan pendidikan yang sejak awal mampu mendesain lingkungan agar api tidak mudah muncul.”

Dalam membersamai santri, kita masih sering melihat pola pendampingan yang berjalan secara by problem: tindakan, perhatian, dan perlakuan baru diberikan ketika masalah muncul. Ada pelanggaran, baru ditangani. Ada konflik, baru dicari solusi. Ada penurunan kedisiplinan, baru dilakukan pembinaan.

Pola seperti ini cenderung reaktif. Energi pengasuhan akhirnya lebih banyak terserap untuk menyelesaikan persoalan daripada membangun sistem yang mampu mencegah persoalan itu muncul.

Padahal, pendidikan dan pembinaan santri semestinya tidak hanya bergerak berdasarkan masalah, tetapi dibangun secara by design system, sebuah pola pendidikan yang dirancang sejak awal melalui program-program yang sistematis, terencana, terukur, dan berkelanjutan.

By design system berarti kita tidak menunggu masalah untuk bergerak. Kita merancang lingkungan, kebiasaan, program, aturan, pendampingan, evaluasi, dan berbagai aktivitas yang secara sadar diarahkan untuk membentuk karakter dan budaya santri.

Perencanaan tersebut idealnya tidak lahir dari pikiran satu atau dua orang saja, tetapi berangkat dari ide bersama, dikaji bersama, diuji bersama, kemudian dijalankan dan dievaluasi bersama. Dengan demikian, sistem yang dibangun bukan sekadar respons sesaat terhadap persoalan, tetapi menjadi desain pendidikan yang memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Ketika sistem berjalan dengan baik, pembinaan akan menjadi jauh lebih stabil dan efektif. Berbagai potensi masalah dapat diminimalisir sejak awal. Angka pelanggaran dapat ditekan, bukan semata-mata karena sanksi diperbanyak, tetapi karena lingkungan pendidikan telah dirancang untuk mendorong santri berperilaku sesuai dengan nilai dan budaya yang ingin dibangun.

Di sinilah pentingnya melihat santri bukan hanya sebagai objek yang harus dikoreksi ketika melakukan kesalahan, tetapi sebagai pribadi yang harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan melalui sebuah sistem pendidikan yang hidup.

Santri perlu berada dalam sebuah ekosistem pembinaan: ada program, ada rutinitas, ada keteladanan, ada kontrol, ada ruang kreativitas, ada evaluasi, dan ada pendampingan. Semua itu harus saling terhubung dalam satu desain besar pendidikan.

Program-program tersebut dapat hadir dalam bentuk yang pragmatis maupun idealis. Yang pragmatis menjawab kebutuhan dan persoalan keseharian santri; sementara yang idealis mengarahkan mereka kepada visi besar pendidikan yang ingin dicapai.

Dengan pola seperti ini, kontrol terhadap santri tidak selalu harus hadir dalam bentuk pengawasan langsung, tetapi dapat diwujudkan melalui sistem yang membuat santri terbiasa hidup dalam keteraturan, tanggung jawab, disiplin, dan nilai-nilai yang telah ditanamkan.

Karena itu, tantangan kita dalam membersamai santri bukan sekadar bagaimana menyelesaikan lebih banyak masalah, tetapi bagaimana mendesain sistem pendidikan yang mampu melahirkan lebih sedikit masalah dan lebih banyak pertumbuhan.

Sebab pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang sibuk memadamkan api, melainkan pendidikan yang sejak awal mampu mendesain lingkungan agar api tidak mudah muncul.

Dari pola tindakan by problem menuju by design system, dari budaya reaktif menuju budaya preventif, dari penanganan pelanggaran menuju pembangunan karakter, dan dari sekadar mengontrol santri menuju menciptakan sistem yang membuat santri mampu mengontrol dirinya sendiri.

Penulis: Usman Adhim, S.H.I
(Pemerhati & Pegiat Pendidikan)
___________________________

• Artikel opini ini sepenuhnya merefleksikan pandangan dan tanggung jawab pribadi penulis, serta tidak mewakili sikap maupun kebijakan redaksi Dilansir.id
• Rubrik Opini Dilansir.id terbuka bagi khalayak umum. Panjang tulisan minimal antara 600 hingga 1.000 kata, dilengkapi dengan biografi singkat penulis, foto diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
• Naskah opini dapat dikirimkan melalui: mediadilansir@gmail.com.
• Pihak redaksi memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kelayakan pemuatan naskah opini yang masuk.

Tags:

Lingkuang Pondok PesantrenPendidikanPengasuhan SantriPondok PesantrenS.H.ISANTRIUsman Adhim

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
Redaksi Dilansir.id
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
Redaksi Dilansir.id
Kolaborasi MI Al Fattah Darussalam dan MINU Sumberpasir Malang, Perkuat Sinergi Pendidikan di Hari Santri 2026
Redaksi Dilansir.id
Lintas Gunung Kangayan, Sang Raja Bertahan Datang dengan Modal Juara Ganda
Redaksi Dilansir.id
IJPTI Resmi Berbadan Hukum, Matnadir Siapkan Audiensi dengan Pemangku Wilayah Malang Raya
Redaksi Dilansir.id
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Insan Budi Utomo Malang
Mahasiswa PBSI UIBU Malang Observasi Jejak Sejarah dan Budaya di Situs Petirtaan Ngawonggo
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Daerah
Kolaborasi MI Al Fattah Darussalam dan MINU Sumberpasir Malang, Perkuat Sinergi Pendidikan di Hari Santri 2026
Redaksi Dilansir.id
October 22, 2026
Daerah
Dalih Ambil Ijazah, Guru di Kangean Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan terhadap Siswi
Redaksi Dilansir.id
September 25, 2026
Oleh: Ach. Syaifur Rizal (Advokat/Konsultan Hukum)
Opini
Menagih Negara di Kepulauan Kangean: Antara Potensi Alam dan Anomali Pembangunan
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Oleh: Usman Adhim Hasan, S.H.I (Pemerhati & Pegiat Pendidikan)
Opini
Antara By Problem Dengan By Design System (Potret Pola Pengasuhan Santri di Lingkuang Pondok Pesantren)
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
October 28, 2026
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
October 25, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran