dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
dilansir.id
October 30, 2026
dilansir.id
Quick Access
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kolom
    • Opini
    • Sastra
    • Sosok
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
    • Tips & Trik
  • E-Koran
Opini

Menata Ulang Prioritas: Catatan Santai Tapi Serius untuk Pemkab Situbondo (Peresmian Pendopo Pati Alos Pentingkah?)

Redaksi Dilansir.id
Redaksi Dilansir.id
January 30, 2026
0 Comments

Dilansir.id, Opini – Tulisan ini bukan lahir dari rasa benci, sama sekali bukan. Justru sebaliknya, ia lahir dari harapan. Harapan agar Situbondo bisa melangkah lebih baik, dan pemerintah daerahnya makin peka membaca keadaan. Karena cinta pada daerah kadang memang harus diwujudkan lewat kritik, bukan lewat tepuk tangan terus-menerus.

Pertanyaannya sederhana saja: “apakah ini waktu yang tepat untuk merayakan, ketika sebagian warga masih sibuk menguras air banjir dari rumahnya”?

Saat air masih menggenangi rumah warga, saat petani masih menghitung kerugian karena sawah terendam, acara besar yang dirayakan dengan gegap gempita terasa kurang pas momennya. Ini bukan soal membenci acara atau menolak program. Ini soal empati.

Menunda acara di tengah bencana bukan tanda pemerintah kalah wibawa. Justru sebaliknya, itu tanda kepemimpinan yang punya rasa. Rakyat Situbondo pasti lebih legowo jika pemimpinnya memilih fokus dulu pada pemulihan warga, baru kemudian bicara soal perayaan dan seremoni. Kadang, yang dibutuhkan rakyat bukan panggung, tapi kehadiran.

Penetapan cagar budaya tentu patut diapresiasi. Budaya memang aset penting. Tapi pertanyaan lanjutannya tidak boleh berhenti di seremoni: “apa dampak ekonominya yang benar-benar”?

Kalau yang disentuh hanya UMKM, tanpa ekosistem yang serius—pelatihan, akses pasar, infrastruktur, pendampingan—maka dampaknya akan segitu-gitu saja. Bahkan bisa jadi hanya ramai di awal, sepi di tengah jalan. Yang perlu dijelaskan Pemkab sederhana saja:
setelah ditetapkan, lalu apa?
bagaimana budaya ini diolah jadi kekuatan ekonomi?
siapa saja yang terlibat?
apa peta jalannya?
Tanpa roadmap yang jelas, program besar berisiko hanya jadi simbol. Indah di baliho, tipis di manfaat.

Kita pernah punya cerita Asembagus. Dulu digadang-gadang sebagai “kota kedua” Situbondo. Faktanya? Sampai hari ini, tantangannya masih itu-itu saja. Bukan untuk menyalahkan, tapi untuk belajar.

Sekarang giliran Besuki. Jangan sampai mengulang cerita yang sama: launching meriah, implementasi melempem. Evaluasi jujur itu penting. Apa yang gagal dulu? Kenapa gagal? Jangan takut mengakui kekurangan. Yang berbahaya justru mengulang kesalahan dengan wajah baru.

Acara seremonial itu perlu. Tidak haram. Tapi kalau yang menonjol hanya acaranya, sementara dampak jangka panjangnya samar, kita patut bertanya: ini untuk siapa?
Setelah acara cagar budaya, ada lagi Anyer Panarukan. Lalu apa lagi?
Rakyat Situbondo sejujurnya tidak kekurangan acara. Yang kurang itu jalan yang tahan hujan, layanan kesehatan yang mudah, sekolah yang berkualitas, dan lapangan kerja yang nyata.
Masyarakat tidak hidup dari dokumentasi medsos. Mereka hidup dari kebijakan yang benar-benar bekerja.

Situbondo punya modal besar: budaya kuat, alam melimpah, masyarakatnya tahan banting. Yang dibutuhkan tinggal satu: keberanian menggeser fokus.
Dari seremonial ke substansial.
Dari simbolik ke transformatif.

Membangun daerah bukan soal seberapa megah panggungnya, tapi seberapa nyata dampaknya. Bukan soal seberapa sering acara digelar, tapi seberapa konsisten kebijakan dijalankan.

Kritik ini disampaikan dengan niat baik. Dengan harapan Pemkab Situbondo mau mendengar, merenung, lalu berbenah. Karena Situbondo layak mendapat lebih dari sekadar acara meriah. Situbondo layak mendapatkan masa depan yang benar-benar sejahtera.

Penulis: Ghozi Zainuddin S.Ag
(Ketua JASMINU Situbondo / Ketua DPD PAN Situbondo)
___________________________

• Artikel opini ini sepenuhnya merefleksikan pandangan dan tanggung jawab pribadi penulis, serta tidak mewakili sikap maupun kebijakan redaksi Dilansir.id
• Rubrik Opini Dilansir.id terbuka bagi khalayak umum. Panjang tulisan minimal antara 600 hingga 1.000 kata, dilengkapi dengan biografi singkat penulis, foto diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
• Naskah opini dapat dikirimkan melalui: mediadilansir@gmail.com.
• Pihak redaksi memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kelayakan pemuatan naskah opini yang masuk.

Tags:

Ghozi Zainuddin S.AgPemkab SitubondoPeresmian Pendopo Pati AlosRakyat Situbondo

Share Article

Redaksi Dilansir.id
Follow Me Written By

Redaksi Dilansir.id

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
Redaksi Dilansir.id
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
Redaksi Dilansir.id
Kolaborasi MI Al Fattah Darussalam dan MINU Sumberpasir Malang, Perkuat Sinergi Pendidikan di Hari Santri 2026
Redaksi Dilansir.id
Lintas Gunung Kangayan, Sang Raja Bertahan Datang dengan Modal Juara Ganda
Redaksi Dilansir.id
IJPTI Resmi Berbadan Hukum, Matnadir Siapkan Audiensi dengan Pemangku Wilayah Malang Raya
Redaksi Dilansir.id
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Insan Budi Utomo Malang
Mahasiswa PBSI UIBU Malang Observasi Jejak Sejarah dan Budaya di Situs Petirtaan Ngawonggo
Redaksi Dilansir.id

Artikel Terkait

Oleh: Ach. Syaifur Rizal (Advokat/Konsultan Hukum)
Opini
Menagih Negara di Kepulauan Kangean: Antara Potensi Alam dan Anomali Pembangunan
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Oleh: Usman Adhim Hasan, S.H.I (Pemerhati & Pegiat Pendidikan)
Opini
Antara By Problem Dengan By Design System (Potret Pola Pengasuhan Santri di Lingkuang Pondok Pesantren)
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Penulis: Ghozi Zainuddin S.Ag (Ketua JASMINU Situbondo)
Opini
Pasca-Muktamar Jombang, Saatnya IKSASS Merebut Posisi Strategis di NU
Redaksi Dilansir.id
September 21, 2026
Opini
Dari Paket ke Jam’iyah, Muktamar NU dan Ujian Kedewasaan Berorganisasi
Redaksi Dilansir.id
August 31, 2026
dilansir.id

Dilansir.id menghadirkan jurnalisme independen, beretika, dan terpercaya untuk publik melalui informasi faktual dan berimbang.

© 2025

Kontak Kami
Terbaru
Stop Bullying! Alfian Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Gerakan Melawan Perundungan
October 28, 2026
Maruli Siahaan Lantik Pengurus DPP HBB Periode 2026–2031, Lamsiang Sitompul Kembali Terpilih sebagai Ketum
October 25, 2026
Kontak Kami
  • Mojosantri Indah, Kav 20, Kajang Santren, Desa Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu
  • (+62) 85385292755
  • mediadilansir@gmail.com
Kanal Utama
  • Pedoman Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kerja Sama

Follow Us in Our Social Media

  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Opini
  • Sastra
  • Sosok
  • Kuliner
  • Wisata
  • Tips & Trik
  • E-Koran